Logo Skadron Pendidikan ( Skadik ) 201 Lanud Sulaiman - TNI AU

Request Logo by Novi Alim Murdani
Berdasarkan Surat Keputusan Kasau Nomor Kep /4/III/1999 tanggal 16 Maret 1999 tentang Pokok-pokok Organisasi dan Prosedur Komando Fungsi TNI AU maka Skadron Pendidikan 201, (Skadik 201) adalah unsur pelaksana Lanud Sulaiman dan berkedudukan langsung di bawah Komandan Lanud Sulaiman. Skadik 201 bertugas menyelenggarakan pendidikan SBIT, SBITL, ITC, Suspagumil dan Susbagumil.
Dengan dasar di atas pendidikan Instructor Training Course (ITC) yang awalnya dilaksanakan di Wing Dik Tekkal Husein Sastranegara maka pendidikan ini dipindahkan ke Lanud Sulaiman. Di samping itu pendidikan Suspagumil dan Susbagumil yang awalnya dilaksanakan di Wingdikum, mulai Angkatan ke 25 tanggal 25 Agustus 2000 dipindahkan ke Skadik Adapun waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan pendidikan Suspagumil dan Susbagumil selama 4 bulan.

Skadik 201 mempunyai fungsi sebagai berikut :

1. Melaksanakan dan mempelajari kurikulum/silabus untuk pengarahan dan persiapan-persiapan mengajar.

2. Mengawasi, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan operasi pendidikan guna menjamin pencapaian sasaran kegiatan secara berhasil guna dan berdaya guna.

3. Mengadakan koordinasi dan kerja sama dengan instansi-instansi terkait di dalam dan di luar Lanud.

4. Mengajukan pertimbangan dan saran kepada Komandan Lanud, khususnya mengenai hal-hal yang berhubungan dengan bidang tugasnya.

Dalam perkembangan selanjutnya, pejabat komandan Skadik 201 yang pertama sejak berlakunya Pokok-pokok Organisasi Prosedur Komando Pendidikan TNI AU tanggal 16 Maret 1999 dengan keputusan Kasau nomor Kep/4/III/1999, adalah Letnan Kolonel Yudhia Haryono. Selanjutnya Skadik 201 telah mengalami pergantian pimpinan untuk yang kedua kalinya. Terhitung tanggal 14 Agustus 2001 maka posisi Komandan Skadik 201 digantikan oleh Mayor Lek Basuki Arijadi hingga saat ini (tahun 2003).

Namun berdasarkan Skep Kasau Nomor 14/XI/2002 tanggal 20 Nopember 2002 tentang Refungsionalisasi Skadik maka Skadik 201 tidak mengalami perubahan dalam mengelola pendidikan. Pendidikan yang dikelola oleh Skadik 201 adalah SBIT, SBITL, SUSPAGUMIL, SUSBAGUMIL, dan ITC.

Sekolah Bahasa Inggris Teknik (SBIT) yang mulanya dikenal dengan Technical English Language Training (TELT) mempunyai tujuan pendidikan yaitu memberikan bekal awal bagi para siswa dalam penguasaan Bahasa Inggris Teknik secara terbatas, guna persiapan untuk mengikuti program pendidikan berikutnya yang menggunakan pengantar Bahasa Inggris. Adapun sasaran pendidikan, agar para siswa mampu menggunakan Technical Order (TO) secara baik dan benar untuk mendapatkan informasi-informasi teknik, agar mampu berbicara serta menulis Bahasa Inggris tentang permasalahan umum dan penerbangan/keteknikan, mewujudkan sikap perilaku yang baik berdisiplin sebagai prajurit TNI/TNI AU dan memiliki kesamaptaan jasmani yang baik sesuai dengan kedudukannya sebagai prajurit TNI/TNI AU. Saat ini (2003) SBIT telah sampai dengan angkatan XXXI.

Data Lulusan Siswa SBIT sejak berdiri sampai sekarang (Juli 2003) adalah 3358 siswa yang terdiri dari Bintara dan Tamtama TNI Angkatan Udara 3140 orang. SBIT Garuda I dan Garuda II 95 orang, 100 orang bintara dalam proyek Hawk 200-II, Bintara TNI Angkatan Darat seorang, dan Bintara TNI Angkatan Laut 20 orang

Sekolah Bahasa Inggris Teknik Lanjutan (SBITL) yang mulanya dikenal dengan Advance Technical English Training (ATELT) mempunyai tujuan pendidikan memberikan bekal pengetahuan, ketrampilan dan perilaku Prajurit TNI AU agar dapat memiliki kemampuan dalam bidang Bahasa Inggris Teknik Lanjutan, dan dapat mengikuti pendidikan selanjutnya, berjiwa Pancasila, Sapta Marga dan Sumpah Prajurit, serta memiliki kesamaptaan jasmani yang baik. Sasaran pendidikannya yaitu memiliki sikap perilaku disiplin yang baik berjiwa Sapta Marga dan Sumpah Prajurit, memiliki pengetahuan Bahasa Inggris Teknik Lanjutan, memiliki ketrampilan Bahasa Inggris Teknik Lanjutan, dan memiliki kesamaptaan jasmani yang baik, sesuai bidang tugasnya. Dalam pelaksanaannya, saat ini SBITL telah sampai dengan angkatan XX.

Instructor Training Course (ITC) adalah sekolah guru militer dengan sistem ISD mempunyai tujuan pendidikan memberikan bekal pengetahuan ketrampilan dan sikap perilaku prajurit TNI AU, agar dapat memiliki kemampuan dalam bidang pengajaran dan dapat bertugas sebagai Instruktur yang berjiwa Sapta Marga dan Sumpah Prajurit serta memiliki kesamaptaan jasmani yang baik. Sasaran pendidikan ITC yaitu memiliki perilaku disiplin yang baik yang berjiwa Sapta Marga dan Sumpah Prajurit, memiliki pengetahuan di bidang pengajaran, memiliki ketrampilan di bidang pengajaran, dan memiliki kesamaptaan jasmani yang baik. Tahun 2003, ITC telah sampai angkatan XXVI.

Kursus Perwira Guru Militer (Suspagumil) dan Kursus Bintara Guru Militer (Susbagumil) mempunyai tujuan pendidikan untuk memberikan bekal pengetahuan, keterampilan serta sikap perilaku yang diperlukan bagi perwira guru militer agar mampu menjadi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan sesuai bidangnya, dengan dilandasi jiwa patriot pejuang Pancasila, Sapta Marga dan Sumpah Prajurit serta kesamaptaan jasmani yang baik. Adapun sasaran pendidikannya adalah memahami sikap dan perilaku yang baik sebagai perwira/bintara guru militer, agar dapat memahami pengetahuan keguruan khususnya keguruan militer, mampu mengajar, membimbing/ mengasuh, mampu mengelola pendidikan dan mengevaluasi hasil didik dengan metode Instructional System Development (ISD), dan memiliki kesamaptaan jasmani yang baik untuk mendukung pelaksanaan tugasnya. Program TA 2003, Suspagumil telah mencapai angkatan XXIX, sedangkan Susbagumil angkatan X.
Previous
Next Post »