Logo Satuan Kapal Ranjau ( Satran ) Koarmatim

Request Logo By Novi Alim Murdani
Satuan Kapal Ranjau (Satran) Koarmatim mempunyai tugas pokok melaksanakan pembinaan kekuatan dan kemampuan tempur dalam bidang peperangan ranjau dan peperangan anti udara dalam rangka meningkatkan kemampuan tempur Koarmatim. Untuk meningkatkan kemampuan tempur dalam bidang peperangan ranjau, Satran Koarmatim menyelenggarakan Latihan Tindakan Perlawanan Ranjau (TPR) di perairan Teluk Lamong Tanjung Perak Surabaya selama 30 hari terhitung mulai tanggal 03 Januari 2011.

Perairan Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS) khususnya perairan Teluk Lamong merupakan salah satu perairan di wilayah Indonesia yang secara fakta masih banyak tertanam ranjau-ranjau ex Perang Dunia II (PD-II) yang disebar oleh Jepang untuk menghambat invasi sekutu di Pulau Jawa.

Kondisi perairan Teluk Lamong masuk dalam kategori daerah ranjau karena meskipun ranjau-ranjau atau handak lainnya tersebut telah berumur lebih dari 65 tahun namun masih memiliki kemampuan meledak dan membahayakan apabila terpengaruh oleh aktivitas yang mengandung unsur keakustikan, kemagnetan maupun tekan dari pengguna laut pada level tertentu.

Latihan TPR ini dilaksanakan di medan ranjau yang sebenarnya dengan maksud untuk meningkatkan kemampuan kemampuan prajurit Satran Koarmatim dalam bidang TPR untuk menghadapi ancaman bahaya ranjau yang sebenarnya, sehingga profesionalitas prajurit dapat teruji secara nyata.

Dalam pelaksanaanya di rahlat, Latihan TPR ini dimulai dari tahap Deteksi dengan menggunakan peralatan Sonar Pemburuan Ranjau (TSM-2022), Magnetometer maupun Side Scan Sonar (SSS) untuk mencari keberadaan kontak di dasar laut. Setelah didapatkan kontak, maka dilaksanakan tahap Klasifikasi yaitu untuk memastikan kontak yang didapatkan tersebut menyerupai ranjau (minelike contact) atau tidak menyerupai ranjau (non-minelike contact). Untuk menentukan minelike atau non-minelike didasarkan atas 4S yaitu Size (ukuran), Strength (kekuatan kontak sonar), Shape (bentuk) dan Shadow (bayangan kontak sonar).

Setelah kontak dinyatakan minelike, selanjutnya dilaksanakan tahap Identifikasi dengan menggunakan PAP (Poisson Auto Propulsion) atau penyelam ranjau (mine diver) dengan kualifikasi EOD (Explosive Ordnance Disposal). Tahap Identifikasi ini dimaksudkan untuk memastikan jenis ranjau yang didapatkan. Selanjutnya adalah tahap Netralisasi dengan cara peledakan (demolisi) dengan menggunakan Bom Laut. Tahap Netralisasi ini dimaksudkan untuk menghancurkan minelike contact tersebut sehingga tidak lagi membahayakan bagi pengguna laut di daerah tersebut.

Latihan TPR ini melibatkan prajurit TNI AL yang tergabung dalam Satgas TPR I/2011 Teluk Lamong di bawah kepemimpinan Komandan Satran Koarmatim Kolonel Laut (P) Benny Sukandari, S.E.,M.M. Satgas TPR I/2011 terdiri dari Staf Satgas, Unsur Tugas (U.T.) Pemburuan dalam hal ini KRI PRP-712, U.T. Bantu yaitu Tim Hidros dan Tim Kesehatan, U.T. Netralisasi yaitu Tim Paska, Tim Penyelam, Tim Arsenal dan Tim Labinsen serta U.T. Pam/SAR yaitu KRI PRP-712 dan Intelijen.

Dalam pelaksanaannya Satgaslat TPR I/2011 mendirikan Poskodal di daerah Kelurahan Tambak Osowilangun Kecamatan Benowo Surabaya. Selain itu Satgaslat TPR I/2011 juga melaksanakan koordinasi dengan instansi terkait dan sesepuh masyarakat di sekitar daerah latihan serta melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat sekitar dan pengguna laut di sekitar daerah latihan.

Latihan TPR merupakan rangkaian kegiatan upaya meniadakan ranjau atau bahan peledak lainnya dari suatu perairan guna menjamin keamanan perairan yang dipergunakan untuk aktivitas/lalu lintas bagi unsur-unsur kawan/pengguna laut lainnya. Pada konteks masa damai seperti ini, keamanan perairan menjadi prioritas utama dalam mendukung pembangunan nasional.

Latihan TPR yang dilaksanakan oleh Koarmatim diharapkan dapat berjalan dengan lancar, aman serta dapat menimbulkan dampak positif bagi masyarakat sekitarnya, juga pemerintah setempat dalam menunjang pembangunan sesuai otorita daerahnya.

Sumber: Koarmatim
Previous
Next Post »