Logo Komando Resort Militer ( Korem ) 011 Liliwangsa

Logo Korem 011 Liliwangsa
Request Logo by Novi Alim Murdani
I. PEMBENTUKAN KOREM 011/LILAWANGSA
Dasar :
  1. Surat keputusan Pangdam I/ IM Nomor : SPPS/50/III/1962 tanggal 31 maret tentang dibentuknya korem 011/ Lilawangsa yang bermarkas di Lhokseumawe Aceh Utara yang padsa mulanya bernama Korem “AA”.

  2. Surat Keputusan Pangdam IM Nomor : SKEP/47/II/1962 tanggal 17 Februari 1962 tentang pembentukan dan pemberian nama serta menetapkan hari jadi Korem “AA” jatuh pada tanggal 7 Mei 1962 yang peresmiannya sesuai dengan hari pelantikan Danrem 011/LW yang ke-I ( Danrem “AA” ke-I).

  3. Surat keputusan Pangdam IM Nomor : SKEP/00114/V/1962 tanggal 06 Mei 1962 tentang sebutan Korem “AA” dirubah menjadi Korem 011.

  4. Surat Keputusan Pangdam IM Nomor : SKEP/00115/1963 tentang ditetapkan lambang (Dhuaja) Korem 011 dengan nama kebanggaan “Lilawangsa”.

  5. Printah Ops Kasad Nomer 1 tanggal 2 Nopember 1984 tentang reorganisasi TNI AD dan Sprint Pangdam I /IM Nomor : Sprin/1447/1984 tanggal 26 Desember 1984 tentang pengorganikan Kodim 0102 di Pidie, Yonif 111 di Tualang Cut, Yonif 113 di Bireun, Ton Intelrem 011di Lhokseumawe kepada Danrem 011/Lilawangsa.
Untuk Melihat daftar logo berdasarkan kategori atau sub katgori tertantu silahkan pada daftar di bawah :
  1. Kumpulan Logo/Lambang Militer Indonesia
  2. Logo/Lambang Korem Seluruh Indonesia
  3. Kumpulan Logo Muhammadiyah
  4. Logo Bank Seluruh Indonesia
  5. Logo Polda Seluruh Indonesia
  6. Logo Kota di Seluruh Indonesia
  7. Logo Kabupaten Seluruh Indonesia
  8. Logo/Lambang Provinsi Seluruh Indonesia
  9. Logo Batalyon Infanteri (Yonif) Seluruh Indonesia
  10. Kumpulan Logo Badan Usaha Milik Negera (BUMN)
  11. Kumpulan Logo Asuransi di Indonesia
  12. Logo Politeknik Seluruh Indonesia
  13. Logo Universitas Seluruh Indonesia
  14. Logo Partai Politik Indonesia
  15. Kumpulan Logo Perusahaan
  16. Kumpulan Logo Baru Indonesia
  17. Kumpulan Logo Lama Indonesia
  18. Logo Kodam Seluruh Indonesia
Korem 011/Lilawangsa Dengan jajaran meliputi:
Tahun 1962 s/d 1984 :
1)    Kodim 0103 diLhokseumawe Aceh Utara
2)    Kodim 0104 diLangsa Aceh timur
3)    Kodim 0106 di Takengon Aceh Tengah
4)    Kodim 0108 di Kutacane Aceh Tenggara
Tahun 1985 s/d 2004 :
1)    Kodim 0102 di Sigli Kab. Pidie
2)    Kodim 0103 di Lhokseumawe Aceh Utara
3)    Kodim 0104 di Langsa Aceh Timur
4)    Kodim 0106 di Takengon Aceh Tengah
5)    Kodim 0108 di Kuta cane
6)    Yonif 111 / Karma Bhakti di Tualang Cut Aceh Tamiang
7)    Yonif 113 / Jaya Sakti di Bireun Aceh Utara
Pada tahun pembentukannya Korem 011/LW membawahi 4 (empat) Kodim, hingga akhirnya perombakan struktur komando pada tahun1985 membawahi 5 (lima) Kodim dan 2 (dua) Batalyon Infanteri.
Pada tanggal 29 Nopember 2004 di Kodam Iskandar Muda dibentuklah Batalyon Infanteri 114 / Pedang Sakti, yang kemudian berada di bawah garis komando Korem 011/LW, sehinnga sampai hari ini Korem 011/LW membawahi 5 (lima) Kodim dan 3 (tiga) Batalyon Infanteri yaitu :
a.    Kodim 0102 di Sigli Kab. Pidie.
b.    Kodim 0103 di Lhokseumawe, Aceh Utara.
    1. Kodim 0104 di Langsa, Aceh Timur.
    2. Kodim 0106 di Takengon, Aceh Tengah.
    3. Kodim 0108 di Kuta cane.
    4. Yonif 111 / Karma Bhakti di Tualang Cut, Aceh Tamiang.
    5. Yonif 113 / Jaya Sakti di Bireun, Aceh Utara.
    6. Yonif 114 / Pedang Sakti di Reumbele, Bener Meriah.
II.         PENUGASAN OPERASI
1.         Operasi Militer          :
  1. Tahun 1962 Operasi Penanggulangqan Pemberontakan DI/TII Daud Beureuh dengan sandi operasi Satgas Alpa.
  2. Tahun 1965 penumpasan pemberontakan G.30.S/PKI.
  3. Tahun 1976 s/d 1978  Operasi penanggulangan Gerombolan pengacau liar Hasan Tiro, dengan sandi Operasi Satgas Beta.
  4. 1 Juli 1990 s/d 1998 Operasi Jaring Merah
  5. 7 September 1998 s/d 6 Desember 1999 Operasi Pengamanan Daerah Rawan.
  6. 1 Februari 2000 s/d 31 Juli 2000 Operasi Cinta Meunasah.
  7. Tahun 2000 s/d 2001 Operasi Pengamanan Daerah Rawan.
  8. 2 Mei 2001 s/d sekarang Operasi Pemulihan Keamanan.
2.         Operasi Bhakti          :
  1. Tahun 1989 s/d 1990 AMD Manunggal XXXII dan XXXVI.
  2. Tahun 1990 s/d 1991 AMD Manunggal XXXIV, XXXV dan XXXIX
  3. Tahun 1991 s/d 1992 AMD Manunggal XXXVII, XXXVIII dan XXXIX serta Bhakti ABRI MAkmu Beusare PKT Ter.
  4. Tahun 1992 s/d 1993 AMD Manunggal XL, XLI dan XLII serta Bhakti ABRI Makmu Beusare PKT Ter.
  5. Tahun 1993 s/d 1994 AMD Manunggal XLIII, XLIV, XLV dan Bhakti ABRI Makmu Beusare PKT Ter, Bhakti ABRI Lilawangsa.
  6. Tahun 1994 s/d 1995 AMD Manunggal XLVI, XLVII, XLVIII, Bhakti ABRI Makmu Beusare PKT Ter, Bhakti Lilawangsa dan Manunggal KB- Kes
  7. Tahun 1995 s/d 1996 AMD Manunggal XLIX, L, LI, Bhakti ABRI Makmu Beusare PKT Ter, Bhakti ABRI Lilawangsa, Manunggal KB-Kes, Manunggal AMT, Manunggal Aksara Tahap-I dan II.
  8. Tahun 1996 s/d 1997 AMD Manunggal LII, LIII, LIV, Manunggal KB-Kes, Manunggal AMT dan Manunggal Aksara.
  9. Tahun 1997 s/d 1998 AMD Manunggal LVI, LVII, LVIII.
  10. Tahun 1998 s/d 1999 AMD Manunggal LIX, LX, LXI.
  11. Tahun 1999 s/d 2000 AMD Manunggal LXII, LXIII, LXIV
  12. Tahun 2000 s/d 2001 AMD MAnunggal LXV, LXVI.
  13. Tahun 2002 AMD Manunggal LXVIII, LXIX.
  14. Tahun 2003 AMD Manunggal LXX.
LAMBANG KOREM 011/LILAWANGSA
  1. Lambang Korem 011 / Lilawangsa :
a.   panitia penyusun / pencipta.     Untuk mewujudkan Dhuaja Korem 011/LW maka dibentuklah panitia dengan susunan sbb :
1)    Ketua Tim      : Mayor Inf M. Pane Kasrem 011/LW     (sekarang Letkol Purn).
2)     Anggota Tim :   Kapten Inf Nyak Hasan Kasi-2 Rem 011/LW (Sekarang Mayor Purn)
3)     Anggota Tim :   Serda Anwarsyah Pa Ops Rem 011/LW  (Sekarang Peltu Purn).
4)      Anggota Tim :      Kopda M . Ali Abdullah (Sekarang Serda Purn)
Yang disahkan pada tanggal 7 Mei 1962 oleh Pangdam I/IM nomor   : Skep/47/II/ 1962 tentang pembentukan dan pemberian nama.
Nama dan Arti :
1)   Nama : LILAWANGSA
Nana yang sebenarnya adalah LILAWANGSA (Aceh Sepanjang Abad). LILAWANGSA adalah seorang Perwira Logistik pada masa Sultan Iskandar Muda bertahta di Aceh. Iskandar Muda Raja Aceh yang paling termashur karena kecerdasannya, Kearifan dan keadilan dalam memegang tampuk pemerintahan. Pada masa Iskandar Muda Kerajaan Aceh mencapai puncak kejayaannya untuk mengatasi sesuatu kemelut disemenanjung Malaka, Sultan Iskandarmuda “LILAWANGSA” dengan sustu armada besar pasukan Aceh. LILAWANGSA sebagai panglima dapat melaksanakan tugas Negara dengan baik dan sukses karena beliau memiliki jiwa dan kemauan yang keras dan penuh kepercayaan pada diri sendiri, disamping itu beliau adalah seorang pimpinan yang arif dan bijaksana.
2)     Arti      :
“LILAWANGSA” terdiri dari dua perkataan yaitu LILA dan WANGSA yang dalam bahasa Jawa Kuno disebut “BUNGA BANGSA”. Pengertian dalam bahasa Aceh “LILAWANGSA” adalah seorang yang berjiwa dan berkemauan keras.
Demikian untuk membela Bangsa dan Negara “LILAWANGSA siap selalu untuk menghadapi bahaya dari manapun datangnya.
  1. bentuk Dhuaja Korem 011/LW Kodam I/IM (yang lama) :
1).  Dhuaja Korem 011/LW berbentuk segi empat panjang 60 x 75 cm, dibuat dari kain beledru hijau tua dengan tepi rumbai kuning emas ukuran 10 cm.
2).   Pada bidang kiri dilukiskan lambing Korem 011/LW diatas dasar berwarna hijau tua yang terdiri dari :
a)  Tata warna           : Putih, kuning, hijau.
b)  Lambang             : pedang silang.
c)  Kata                       : “LILAWANGSA”
3)  Setangkai bunga pada berwarna kuning sebelah kiri dan    setangkai sirih berwarna hijau muda disebelah kanan.
Arti dan Maksud       :
1).   Tata warna :  putih, kuning, hijau, melambangkan sifat       ksatria
a)    Warna putih artinya Suci. Melambangkan kesucian dan kejujuran dalam perbuatan dan tindakan
b)    Warna kuning emas artinya keuletan. Melambangkan ketabahan dan ketenangan dalam segala kemungkinan
c)    Warna hijau artinya harapan. Melambangkan perpaduan tenaga yang kokoh dan hidup untuk menghadapi segala kemungkinan.
2).    Gambar pedang silang artinya
a)     Mempunyai arti historis bagi rakyat aceh dalam perjuangan menghadapi cita-cita kemerdekaan.
b)     Ujud pedang silang yang digambarkan mempunyai arti kepahlawanan dan sebagai alat penyangga musuh yang dipergunakan oleh rakyat Aceh.
3).      Kata LILAWANGSA. Nama sseorang panglima laut pada masa Sultan Iskandarmuda yang berhasil mengarungi serta menguasai lautan yang sangat luas sampai kesemenanjung Malaka.
4).      Bunga Padi dan Sirih artinya        :
a).     Bunga padi menggambarkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.
b).     Sirih menggambarkan adat/keramahan rakyat Aceh didalam menyambut dan menerima tamu.
dikutip dari kodam-im.mil.id 
Previous
Next Post »