Logo Kavaleri TNI Tentara Nasional Indonesia - Tri Daya Cakti

Kavaleri berasal dari bahasa Latin caballus dan bahasa Perancis chevalier yang berarti "kuda". Awalnya istilah kavaleri mengacu kepada pasukan berkuda, namun dalam perkembangan zaman, kavaleri bertempur dengan menggunakan kendaraan lapis baja. Pasukan kavaleri berperan sebagai satuan yang mampu bergerak cepat dan mobile sekaligus berfungsi sebagai penyerang pendadakan atau pendobrak yang akan membuka jalan bagi pasukan infanteri.
Kavaleri di TNI
Untuk Melihat daftar logo berdasarkan kategori atau sub katgori tertantu silahkan pada daftar di bawah :
  1. Kumpulan Logo/Lambang Militer Indonesia
  2. Logo/Lambang Korem Seluruh Indonesia
  3. Kumpulan Logo Muhammadiyah
  4. Logo Bank Seluruh Indonesia
  5. Logo Polda Seluruh Indonesia
  6. Logo Kota di Seluruh Indonesia
  7. Logo Kabupaten Seluruh Indonesia
  8. Logo/Lambang Provinsi Seluruh Indonesia
  9. Logo Batalyon Infanteri (Yonif) Seluruh Indonesia
  10. Kumpulan Logo Badan Usaha Milik Negera (BUMN)
  11. Kumpulan Logo Asuransi di Indonesia
  12. Logo Politeknik Seluruh Indonesia
  13. Logo Universitas Seluruh Indonesia
  14. Logo Partai Politik Indonesia
  15. Kumpulan Logo Perusahaan
  16. Kumpulan Logo Baru Indonesia
  17. Kumpulan Logo Lama Indonesia
  18. Logo Kodam Seluruh Indonesia
Lambang Korps Kavaleri TNI

Di TNI-AD dan Korps Marinir, istilah kavaleri adalah semua hal yang menyangkut semua kendaraan berlapis baja, roda ban atau roda rantai baik yang bersenjata kanon ataupun tidak (misal kendaraan angkut personel). Meski demikian, Kavaleri TNI AD tetap memiliki satuan kavaleri berkuda yang tergabung dalam Detasemen Kavaleri Berkuda TNI AD yang berkedudukan di Parongpong, Bandung. Semboyan khas dari satuan Kavaleri TNI-AD adalah Tri Daya Cakti yang berarti daya gerak, daya tembak dan daya kejut.

Embrio kavaleri TNI AD sudah mulai tumbuh selama perang kemerdekaan. Diawali pada periode revolusi fisik 1945-1949, para pejuang Indonesia yang tergabung dalam Bala Keselamatan berhasil merampas kendaraan lapis baja tentara Belanda. Kendaraan-kendaraan tersebut akhirnya digunakan Badan Keamanan Rakyat (BKR) untuk menghadang sekutu yang melakukan pendaratan di Surabaya. Kavaleri Angkatan Darat dibentuk berdasarkan SK KASAD No 5/KSAD/Pntp/50 tanggal 9 Februari 1950 dengan komandannya yang pertama Letkol Kav RMS Soerjo Soejarso (1950-1957) lalu digantikan Letkol Kav RS Sadeli (1956-1958).
Satuan

Satuan Kavaleri di TNI AD terdiri dari berbagai unit dan tingkatan, yakni Kompi, Detasemen, dan Batalyon yang tersebar di seluruh Indonesia.
Previous
Next Post »