Logo Yonif Linud 432 Waspada Setia Jaya

Yonif Linud 432 Waspada Setia Jaya
Request Logo By Novi Alim Murdani
Batalyon Infanteri Lintas Udara 431/Satria Setia Perkasa atau Yonif Linud 431/SSP merupakan Batalyon Infanteri yang berada dibawah komando Brigif Linud 3/Tri Budi Mahasakti, Kostrad. Markas batalyon berkedudukan di Kariango, Maros, Sulawesi Selatan.

Pada tahun 1980, didirikan kompleks militer di daerah Kariango, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, yang mana sejak itu, kompleks tersebut menjadi ksatrian Markas Komando Grup 3/Kopassandha, dimana unsur yang terdapat didalamnya adalah Detasemen Tempur 33/Kopassandha.
Tanggal 6 Maret 1985, keluar Keputusan pimpinan ABRI tentang penyederhanaan organisasi TNI AD maka Detasemen Tempur 33 Kopassandha diorganisasi menjadi Yonif 2 Linud Kopassus.
Pada tanggal 9 Desember 1986, berdasarkan Surat Keputusan Kasad Nomor Skep/989/XII/1986, Yonif 2 Linud Kopassus secara administrasi menjadi salah satu unsur tempur Kostrad dengan sebutan Yonif Linud 432/Waspada Setia Jaya.
Oleh karena itu pada tanggal 9 Desember 1986 dijadikan sebagai Hari Jadi (Hari Ulang Tahun) Yonif Linud 432/Waspada Setia Jaya.

Lambang kesatuan

Berdasarkan Surat Keputusan Kasad Nomor Skep/1222/XII/1986 tanggal 6 Desember 1986 telah ditetapkan Tunggul Yonif Linud 432 dengan nama " WASPADA SETIA JAYA ".
Keterangan Bentuk dan Arti/Makna Tunggul Yonif Linud 432/WSJ adalah sebagai berikut :
  1. Bentuk Tunggul.
    • Tunggul Batalyon Infanteri Lintas Udara 432/WSJ dibuat dari bahan beludru hijau tua/hijau rumput berjumbai kuning emas dari benang sutera.
    • Pada bagian muka sebelah kanan dilukiskan Pataka Kostrad "DARMA PUTRA".
    • Pada bagian muka sebelah kiri dilukiskan tunggul Yonif Linud 432/WSJ dengan susunan sebagai berikut :
      1. Senjata Cakra bermata 8 secara lengkap dengan sirip di ujung tangkai Cakra.
      2. Bintang segi lima di dalam Cakra.
      3. Wing/sayap pada tangkai Cakra.
      4. Genggaman lima jari ujung sayap pada tangkai Cakra.
      5. Cakar Garuda pada tangkai Cakra.
      6. Angka 432.
      7. Pita dengan tulisan "WASPADA SETIA JAYA".
  2. Bentuk Mahkota/Tiang. Mahkota/Tiang Tunggul Yonif Linud 432/WSJ menggunakan Mahkota/Tiang sama dengan Mahkota/Tiang Pataka Kostrad "DARMA PUTRA", yang terdiri dari :
    • Bintang bersudut lima.
    • Burung Raksasa dengan sayap melebar menggambarkan Garuda.
    • Bunga teratai mekar berdaun 17.
    • Lima lingkaran.
  3. Arti dan Makna Tunggul Yonif Linud 432/WSJ.
    • Senjata Cakra adalah senjata yang sangat ampuh untuk menghadapi lawan dan digunakan untuk menghancurkan, diartikan bahwa prajurit Yonif Linud 432 Kostrad adalah prajurit andalan yang siap menghadapi dan menghancurkan lawan serta sanggup melaksanakan tugas yang dibebankan kepadanya dan dilaksanakan dengan baik dan berhasil.
    • Mata senjata Cakra sebanyak 8 (delapan) buah menggambarkan 8 (delapan) penjuru angin dan 8 Wajib TNI, diartikan bahwa prajurit Yonif Linud 432 Kostrad selalu waspada dan siap menghadapi ancaman dari segala penjuru serta dalam melaksanakan tugas selalu berpegang pada 8 Wajib TNI.
    • Bintang bersudut lima di dalam lingkaran Cakra, diartikan Pancasila sebagai dasar falsafah Negara Republik Indonesia, setiap prajurit membela dan mempertahankannya dan juga sebagai lambang/simbol TNI AD yang terkandung lima kebulatan tekat dalam Sumpah Prajurit.
    • Wing/Sayap berjumlah 7 helai, diartikan bahwa prajurit Yonif Linud 432 Kostrad siap melaksanakan tugas-tugas Lintas Udara dan diterbangkan kesegenap penjuru tanah air secara cepat dan tepat dengan selalu berpedoman pada Sapta Marga.
    • Sirip pada ujung senjata Cakra dengan empat buah garis, diartikan bahwa prajurit Yonif Linud 432 Kostrad mempunyai keseimbangan sebagai prajurit pejuang dan prajurit propesional serta prajurit yang mampu melaksanakan fungsinya sebagi fungsi sosial dan fungsi Hankam dan sebagai prajurit yang berkemampuan tempur, intelijen, administrasi dan teritorial.
    • Genggaman lima jari di ujung sayap pada tangkai senjata Cakra, diartikan bahwa prajurit Yonif Linud 432 Kostrad selalu memegang teguh Sumpah Prajurit, bersifat tegas, teguh, setia pada tugas dan mengutamakan persatuan dan kesatuan di dalam setiap pelaksanaan tugas.
    • Tiga Cakar Garuda pada tangkai Cakra, diartikan bahwa prajurit Yonif Linud 432 Kostrad selalu menyadari kemampuan yang harus dimiliki sebagai seorang prajurit profesional, selalu terkendali oleh satuan atasan dan berpegang teguh pada Janji Prajurit Para.
    • Angka 432 diartikan Kesatuan Yonif Linud 432 Kostrad.
    • Tulisan : " WASPADA SETIA JAYA " diartikan :
      1. WASPADA : memiliki kesiap siagaan yang tinggi agar tidak terdadak, penuh antisipasi ke depan, sehingga selalu siap melaksanakan tugas setiap saat dengan kesiapan jasmani dan rohani yang selalu prima serta keyakinan akan kemampuan dan kemahiran yang dimiliki.
      2. SETIA : memiliki loyalitas yang tinggi baik ke atas, ke samping maupun ke bawah serta memiliki sikap mental dan jiwa yang menjunjung tinggi kebenaran dan kehormatan.
      3. JAYA : memiliki keharuman nama, penghargaan, penghormatan dan pengakuan dari keberhasilan dan kesuksesan setiap tugas yang diberikan kepadanya.
    • Tata Warna.
      1. Merah Melambangkan keberanian.
      2. Hitam melambangkan keteguhan, ketenangan.
      3. Putih melambangkan kesucian, keikhlasan.
      4. Kuning melambangkan kejayaan, kebijaksanaan.
      5. Hijau melambangkan kedamaian, harapan.
  4. Arti dan makna Mahkota/Tiang.
    • Bintang bersudut lima, diartikan Pancasila sebagai dasar falsafah Negara Republik Indonesia, setiap prajurit membela dan mempertahankannya dan juga sebagi lambang/simbol TNI AD yang terkandung lima kebulatan tekad dalam Sumpah Prajurit.
    • Burung Raksasa dengan sayap melebar menggambarkan Garuda Yaksa, diartikan :
      1. Kesaktian.
      2. Sayap terbuka lebar melambangkan menuju kesempurnaan sesuai tujuan Proklamasi 17 Agustus 1945.
      3. Menggenggam senjata "CAKRA AGNI" sebagai kebulatan tekad yang menentukan selaku Bhayangkari Negara.
    • Bunga Teratai mekar berdaun 17, diartikan kemegahan dan kejayaan hari keramat 17 Agustus 1945.
    • Lima lingkaran, diartikan tiap sila dari pancasila sebagai landasan idiil dan spritual dari idiologi Negara dan bangsa.

dikutip dari Wikipedia

Berikut Artikel/ logo yang mungkin ingin di lihat juga :

Daftar Isi Blog
Kumpulan Logo Vector
Kumpulan Logo Partai Politik
Kumpulan Logo Militer
Kumpulan Logo bank
Kumpulan Logo Provinsi
Kumpulan Logo Kabupaten
Kumpulan Logo Kota
Kumpulan Logo BUMN
Kumpulan Logo Asuransi
Kumpulan Logo Politeknik
Kumpulan Logo Universitas
Kumpulan Logo Visit daerah Indonesia
Kumpulan Logo Kementerian Indonesia
Kumpulan Logo Operator Seluler
Kumpulan Logo Batalyon Infanteri (Yonif)
Berita Pos Indonesia
Kumpulan Logo Kodam Indonesia
Gambar Kota Seluruh Indonesia
Catatan Pribadi Admin
Tentang Admin

Terima Kasih sudah berkunjung di Blog ini.
salam Blogger
Ardi
tuturial-sorong.blogspot.com
ardilamadi@gmail.com
Pin BB : 266e1bcb
Kaimana - Papua Barat

Berikut daftar logo atau artikel yang sesuai dengan Judul Postingan di Atas :

Previous
Next Post »
0 Komentar