Logo Den Zipur 7

 Detasemen Zeni Tempur 7 Dam VI/Mulawarman

1. Pendahuluan
Dalam kurun waktu tahun 1967 sampai dengan sekarang Denzipur 7 Dam VI/ Mlw telah tumbuh dan berkembang dengan situasi dan kondisi di wilayah Kalimantan khususnya di Kalimantan Timur. Walaupun telah terjadi beberapa kali perubahan status organisasi Denzipur 7 Dam VI/Mlw dari mulai terbentuknya sampai saat ini, Denzipur 7 dam VI/Mlw tetap dapat melaksanakan tugas pokoknya baik dalam Operasi Militer Perang (OMP) maupun dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP).
Dalam perannya sebagai satbanpur, Denzipur 7 Dam VI/Mlw ikut andil dalam tugas pokok/tugas operasi yang dilaksanakan oleh Kodam VI/Mlw. Diharapkan dari pengalaman tugas di masa lalu dapat menjadi pelajaran guna dapat melaksanakan tugas yang lebih baik di masa datang, dengan berpedoman pada motto ”Yudha Karya Satya Bhakti”.
2. Kronologis terbentuknya Denzipur 7 Dam VI/Mlw. Pada tahun 1967 di Kodam IX/Mulawarman telah dibentuk satuan Zeni tempur dengan status organik/Administratif dibawah Zidam IX/Mulawarman, sumber personel langsung dari Direktorat yaitu tamtama lulusan 1966 Dodik Inf XVI Rindam IX/Mulawarman dan tamtama 1966 lulusan Dodik Inf – 4 Rindam VI/Diponegoro serta beberapa personel dari Zidam IX/Mulawarman.
b. Dasar Surat Perintah Pangdam IX/Mulawarman No : Sprin/565/XII/1968 tanggal 19 Desember 1968 satuan Zeni Tempur Kodam IX/Mulawarman dibentuk dengan sebutan Denzipur Kodam IX/Mulawarman diorganikkan jadi Kompi Lapangan III.
c. Pada tanggal 26 Maret 1969 status dan pelaksanaan tugas Kompi Lapangan III Yon Zipur 6/Koandakal beralih lagi ke Zidam IX/Mulawarman sesuai dengan surat Perintah Pangdam IX/Mulawarman No : Spirn/143/2/3/1969 tanggal 26 Maret 1969.
d. Dasar Surat Keputusan Pangdam IX/Mulawarman No : KEP/08/2/2/1970 tanggal 4 Februari 1970 secara resmi Kompi Lapangan III Yon Zipur 6/Koandakal masuk organik/administratif Kodam IX/Mulawarman dengan induk satuan tetap berdasar pada Zidam IX/Mulawarman.
e. Pada tahun 1972 terbentuknya satuan Denzipur 7 Dam IX/Mulawarman sebagai Satminkal yang berdiri sendiri/BS yang inti personelnya berasal dari satuan Zeni Tempur IX/Mulawarman dan dalam pelaksanaan tugasnya Denzipur 7/Mulawarman langsung kepada Pangdam IX/Mulawarman dan sesuai dengan keputusan Pangdam IX/Mulawarman No : KEP-02/2/T/1972 tanggal 15 Januari 1972.
3. Satuan dan Dislokasi
a. Status. Status kesatuan Denzipur 7 Dam VI/Mlw dalam pelaksanaan tugas dan tanggungjawabnya langsung kepada Pangdam VI/Tpr atau satuan BS.
b. Dislokasi :
1. Tahun 1967-1977 berkedudukan di Lapangan Markoni Balikpapan (saat ini menjadi komplek Balikpapan Permai).
2. Tahun 1977 sampai dengan sekarang berkedudukan di Jl.Soekarno Hatta Km 3,5 Balikpapan.
4. Lambang Satuan dan Pengertiannya.
a. Lambang Satuan. Lambang satuan merupakan salah satu nilai kebanggaan yang menjadikan sebagai pendorong dan pemacu semangat setiap prajurit, salah satu nilai yang tidak dapat dipisahkan dari kebanggaan satuan adalah memiliki Lambang Satuan.
b. Bentuk Lambang Satuan.
1. Bentuk Lambang Satuan Denzipur 7 Dam VI/Mlw berbentuk segi empat terbuat dari kain beludru berwarna kuning muda.
2. Pada bagian muka digambarkan lambang satuan Denzipur 7 Dam VI/Mlw dengan susunan sebagai berikut :
a. Burung Enggang Kalimantan.
b. Pita dengan tulisan ”Yudha Dharma”
c. Tata Warna
1. Dasar kain beludru : Warna kuning muda.
2. Burung Enggang : Warna hitam dengan paruh berwarna kuning kemerah-merahan.
3. Pita dan Tulisan : Warna hijau muda dan merah.
d. Ukuran
1. Panjang : 58 cm.
2. Lebar : 42 cm.
3. Inti lambang : 38 cm x 38 cm.
e. Pengertiannya.
1) Lukisan burung Enggang Kalimantan.
Burung Enggang merupakan salah satu jenis burung yang hidup di pulau Kalimantan mempunyai sifat dan ciri khas sebagai berikut :
a) Sifatnya pemberani dan mempunyai tanggungjawab yang sangat besar.
b) Sangat ditakuti dan disegani oleh hewan sejenisnya (Spesies Unggas) yang bermakna bahwa Prajurit Denzipur 7 Dam VI/Mlw mempunyai sifat pemberani atas segala pelaksanaan perintah.
2) Warna.
a. Merah melambangkan sifat keberanian.
b. Kuning melambangkan sifat kejayaan dan keagungan
c. Putih melambangkan kebenaran.
d. Hijau melambangkan kemakmuran dan kedamaian.
e. Hitam melambangkan ketegasan dan ketegaran.
3) Sesanti ”YUDHA DHARMA”.
a. YUDHA : Perang atau bertempur.
b. DHARMA : Kebenaran. 
Arti keseluruhannya adalah “Bertempur untuk kebenaran dalam setiap pelaksanaan tugas”
5. Riwayat penugasan satuan periode 1968 – 1987 (yang menonjol)
a. Tahun 1968 (bulan Juli – November). Melaksanakan peledakan batu di sungai Mahakam (Riam-riam) didaerah Long Bangun Kab.Kutai dengan kekuatan 1 regu, hasil 100 %.
b. Tahun 1969 – 1972. Melaksanakan pembuatan Lapangan Terbang Sepinggan Balikpapan dengan panjang landasan 1.200 meter lebar 24 meter konstruksi hot mix, hasil yang dicapai 100 % dengan kekuatan 1 Peleton.
c. Tahun 1969 (bulan April – Juli).Melaksanakan pemasangan Jembatan Balley konstruksi 2-1 14 petak, pembuatan pangkal dan jembatan cor beton di daerah Buntok (sungai Slerong) Kab. Pasir. Hasil yang dicapai 100 % dengan kekuatan 1 Peleton.
d. Tahun 1968 – 1977. Melaksanakan pengamanan/penjagaan terhadap anggota ex.Tapol G.30.S/PKI di daerah Sumberrejo dan Sentosa di wilayah Kodim 0905/Bpp dengan kekuatan 1 Regu, melaksanakan pengawasan pembuatan bangunan asrama Denzipur 7 di Km 3,5 (1975 – 1977) dengan tenaga kerja sebagian besar ex.Tapol G.30.S/PKI, hasil yang dicapai 100 % dengan kekuatan 1 Regu.
e. Tahun 1970. Melaksanakan pembuatan rumah sederhana type 36 (bangunan permanen dan semi permanen) sebanyak 50 unit di kampung Damai Balikpapan yang sekarang dikenal sebagai perumahan TNI AD, hasil yang dicapai 100 % dengan kekuatan 1 Peleton.
f. Tahun 1979. Melaksanakan pemasangan/penyetelan jembatan Balley konstruksi 2-1 10 petak di daerah sungai lembah Damai Balikpapan dalam rangka menanggulangi bencana alam banjir, hasil yang dicapai 100 % dengan kekuatan 40 Orang.
g. Tahun 1979 – 1980. Melaksanakan tugas operasi tempur BP Yonif 611/AWL kekuatan 1 Peleton dipimpin oleh Sertu Takim, hasil yang dicapai :
1. Merampas 7 pucuk senapan campuran (LE, Getmi)
2. 3.000 orang menyerahkan diri (didaerah ketinggian 55 Balibar) di Kab. Same.
3. Mendapatkan anugerah dari Negara Kenaikan Pangkat Luar Biasa A.n Sertu Sarbini dan Serda Partu.
h. Tahun 1980. Melaksanakan pembuatan lapangan terbang perintis di daerah Long Apung Kab Kutai, konstruksi batu tanah dan pasir dengan panjang landasan 850 x 14 meter. Pembuatan rumah terminal ukuran 9 x 12 meter konstruksi kayu, hasil yang dicapai 100 % dengan kekuatan 1 Peleton.
i. Tahun 1981. Melaksanakan pembuatan lapangan terbang perintis di daerah Long Newan Kab Kutai, konstruksi yang dipakai batu, tanah dan pasir dengan panjang landasan 750 x 12 meter, hasil yang dicapai 100 % dengan kekuatan 1 Peleton.
j. Tahun 1981 – 1982. Melaksanakan tugas operasi tempur BP 1 Pa dan 5 Ba ke Yonif 613/RJA di daerah Timor-timor.
k. Tahun 1983 – 1984. Melaksanakan pembuatan lokasi Makodam IX/Mulawarman seluas 800 x 300 meter, hasil yang dicapai 100 % dengan kekuatan 1 Peleton.
l. Melaksanakan pembuatan jembatan gantung sepanjang 80 meter lebar 1,5 meter (sungai Mahakam) di Long Newan. Pembuatan jalan tanah lebar 4 meter panjang 2 km di Long Newan, pembuatan jalan tanah lebar 4 meter panjang 5 km di Long Apung Kab Kutai, hasil yang dicapai 100 % dengan kekuatan 1 Peleton.
m. Tahun 1986 – 1987. Melaksanakan penggusuran tanah/pembuatan badan jalan arteri Balikpapan (antara Pasar Baru dan Sepinggan) ± 3,1 km selebar 3 meter dengan konstruksi agregat klas A, hasil yang dicapai 100 % dengan kekuatan 1 Peleton. 
Tahun 1987.
1. Melaksanakan pembuatan garasi alat berat Denzipur 7, konstruksi bangunan batu dengan luas 7 x 25 meter menggunakan atap seng dan lantai cor beton. Hasil yang dicapai 100 % dengan kekuatan 1 Peleton.
2. Melaksanakan pembuatan lapangan tembak Kodam VI/Tpr sepanjang 500 meter dan lebar 100 meter, hasil yang dicapai 100 % dengan kekuatan 15 orang.
3. Pembuatan pondok pesantren :
a. Hidayatullah dengan luas 400 x 200 meter di daerah Gunung tembak Balikpapan Timur
b. Sheh Al Banjari dengan luas :
1) 400 x 400 meter di Jl. Soekarno Hatta Km 19.
2) 400 x 200 meter di Jl. Soekarno Hatta Km 13
c.Hasil yang dicapai 100 % dengan kekuatan 1 Regu. 
6. Riwayat penugasan satuan periode 1989 – 1992.
a. Tugas Operasi Tempur
1. Dasar Surat Perintah Pangdam VI/Mlw No : Sprin/625/VII/1987 tanggal 16 Juli 1987 tentang perintah mem-BP kan 1 orang Pama ke Yonif 611/AWL dalam rangka tugas operasi Timor-Timor (Tmt 28 Juli 1987 – 16 Februari 1990).
2. Dasar Surat Perintah Pangdam VI/Mlw No : Sprin/1255/VII/1990 tanggal 8 Desember 1990 tentang perintah mem-BP-kan 2 orang anggota (1 Pama dan 1 Bintara) Denzipur 7 kepada Yonif 613/RJA dalam rangka tugas operasi Timor-Timor (Tmt 28 Desember 1990 – 24 Maret 1992).
3. Hasil yang dicapai selama tugas operasi :
a) Desa Fatoberliu :
1. Pembuatan gereja 7,5 x 9,6 meter : 1 bh
2. Pembuatan Balai Desa 7,5 x 9,6 meter : 1 bh
3. Pembuatan RK.Desa 6 x 6 meter : 1 bh
4. Pembuatan RB.Desa 6 x 6 meter : 1 bh
b) Desa Boifo pembuatan kios KUD 2 x 4 meter : 1 bh
c) Desa Kakai pembuatan rumah darurat 4 x 6 meter : 20 bh.
d) Desa Betano pembuatan rumah seni permanen 6 x 6 meter : 50 bh
e) Desa Aituha pembuatan SD 8 x 27 meter : 1 bh
f) Desa Wailaluhu pembuatan TK 8 x 8 meter : 1 bh, MCK 2 x 2 meter 1 bh, pembuatan bangku/meja TK 18 bh, pembuatan bangku/meja SD 16 bh.
g) Desa Besusu pembuatan MCK 2 x 2 meter 1 bh.
h) Desa Same Kab Same pembuatan mainan anak-anak 2 set. 
b. Tugas Pengamanan. 
Sesuai dengan Perintah Pangdam VI/Mlw Denzipur 7 dilibatkan dalam setiap pengamanan VVIP (Presiden dan Wapres beserta keluarganya) di wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah sebagai tim penjinak bahan peledak sebelum dan selama kunjungan. 
c. Tugas AMD dan AMR.
1. Dasar Surat Perintah Pangdam VI/Tpr no : Sprin/662/1989 tanggal 15 Nopember 1989 tentang pelaksanaan AMR di Bukit Soeharto (Tmt 14 Nopember s.d 7 Desember 1989). Hasil yang dicapai penanaman pohon akasia manggiung dan sungkai 80.000 pohon di Bukit Soeharto Jl.Soekarno Hatta km 45 dilanjutkan pemeliharaan hasil AMR.
2. Dasar Surat Telegram Pangdam VI/Mlw No: STR/396/1990 tanggal 11 Juli 1990 tentang perintah BKO personel Denzipur 7 Dam VI/Tpr guna mendukung AMD manunggal ke XXXV (Tmt 10 Agustus s.d 2 September 1990), hasil yang dicapai :
 a.Pembuatan jalan sepanjang 10 km lebar 6 meter.
 b.Pembuatan jembatan benteng 20 x 4,5 meter.
 c.Pembuatan jembatan benteng 15 x 4,5 meter.
 d.Pembuatan jembatan benteng 5 x 4,5 meter.
 e.Pembuatan gorong-gorong sebanyak 5 bh.
3. Surat Telegram Pangdam VI/Mlw No : ST/13/1991 tanggal 16 Januari 1991 tentang perintah BKO personel Denzipur 7 Dam VI/Tpr guna mendukung AMD XXXVI di Gunung Belah Balikpapan (Tmt. 17 Januari s.d 8 Februari 1991), hasil yang dicapai :
 a.Pembuatan semenisasi jalan sepanjang 1.200 meter.
 b.Pembuatan jembatan benteng 5 x 4,5 meter.
 c.Pembuatan jembatan benteng 10 x 4,5 meter.
 d.Pembuatan pos siskamling 2 bh 
 e.Penggusuran tanah longsor.
 d.Tugas Operasi Bhakti TNI
1) Dasar Surat Perintah Pangdam VI/Mlw no : Sprin/1055/X/1989 tanggal 24 Oktober 1989 tentang pelaksanaan survey rencana pembuatan jaring jalan sepanjang 700 m (Tmt 24 Oktober s.d 28 Nopember 1989) di Kab Bulungan melibatkan 1 Pamen 4 Pama dan 2 Bintara.
2) Dasar Surat Perintah Dandenzipur 7 Dam VI/Mlw no : Sprin/14/II/1991 tanggal 22 Februari 1991 tentang pelaksanaan survey pembuatan jalan antara Tanjung Selor dan Tanjung Redeb (Kab Bulungan) tanggal 20 Februari s.d 2 Maret 1991 melibatkan 2 Perwira, 3 Bintara dan 2 orang pegawai Dinas Pekerjaan Umum.
3) Dasar Surat Telegram Pangdam VI/Mlw no : ST/206/IV/1990 tanggal 14 April 1990 tentang pelaksanaan Operasi Bhakti ABRI pembuatan jalan lintas Runtu-Kujan-Simpang Penopa-Riam Panahan-Kudangan-batas Kalimantan Barat, termasuk jembatan dan gorong-gorong (Tmt 20 Juli 1990 sampai dengan sekarang) di Pangkalan Bun Kalimantan Tengah.
4) Hasil yang dicapai :
a. Tahap I A (tahun 1990-1991)
 (1) Pembuatan badan jalan Runtu-Kujan sepanjang 45 km.
 (2) Pembuatan jembatan kayu ulin lebar antara 5 – 15 meter sebanyak 80 bh.
 (3) Pembuatan gorong-gorong Armco 10 meter sebanyak 10 bh.
 (4) Hasil yang dicapai 100 % dengan kekuatan 57 orang.
b. Tahap I B (tahun 1990/1991)
 (1) Pembuatan badan jalan Penompa-Sungai Tuat sepanjang 33,5 km.
 (2) Pembuatan jembatan kayu ulin lebar antara 5-28 meter sebanyak 17 bh.
 (3) Pembuatan gorong-gorong Armco 1 meter sebanyak 27 buah.
 (4) Hasil yang dicapai 100 % dengan kekuatan 45 orang.
c. Tahap II (tahun 1991-1992)
 (1) Pemeliharaan jalan simpang Penompa-Sungai Tuat sepanjang 33,5 km.
 (2) Pembuatan badan jalan sungai Tuat-Kudangan sepanjang 30 km.
 (3) Pembuatan jembatan ulin lebar antara 5-15 sebanyak 16 bh.
 (4) Pembuatan dermaga untuk Ferry 2 bh
 (5) Pemasangan jembatan Bailley lebar bentangan 50 meter sebanyak 2 bh.
 (6) Pembuatan gorong-gorong Armco 1 meter sebanyak 30 bh.
 (7)Hasil yang dicapai 100 % dengan kekuatan 50 orang dengan wilayah kerja seluruhnya ada di Kab Waringin Barat Kalimantan Tengah. 
5) Dasar Surat Telegram Pangdam VI/Mlw no : ST/234/1991 tentang pelaksanaan Bhakti ABRI di wilayak Korem 091/ASN, tepatnya di daerahTanjung Redep Kab.Bulungan. Sasaran pembuatan jalan, jembatan dan gorong-gorong dengan hasil yang dicapai :
a) Pembuatan badan jalan 30 meter, penghamparan agregat sepanjang 20 km dan penghamparan laterit 10 km.
b) Pembuatan gorong-gorong 6 bh.
c) Pembuatan parit kanan-kiri jalan.
d) Pembuatan tembok penahan.
e) Pembuatan jembatan permanen 20-50 meter.
f) Hasil yang dicapai 100 % dengan kekuatan 72 orang.
9) Para pejabat Komandan Detasemen Zeni Tempur 7. 
Para pejabat Komandan sejak awal pembentukan satuan Zeni Tempur 7 Kodam IX/Mulawarman sampai sekarang :
a. Th. 1967 – 1968 : Lettu Czi Bunardi Sudewo. 
b. Th. 1968 – 1969 : Letda Czi Budi Sudianto. 
c. Th. 1969 – 1973 : Kapten Czi Soekiyantoro 
d. Th. 1973 – 1977 : Kapten Czi Sukur Pranoto. 
e. Th. 1977 – 1980 : Mayor Czi IGD Suparta. 
f. Th. 1980 – 1986 : Mayor Czi Iklil Bastoni. 
g. Th. 1986 – 1989 : Mayor Czi Mochtar MS. 
h. Th. 1989 – 1991 : Mayor Czi JS.Darmanto. 
i. Th. 1991 – 1994 : Mayor Czi Aditiawarman 
j. Th. 1994 – 1995 : Mayor Czi Anas Joko 
k. Th. 1995 – 1996 : Mayor Czi Edi Supratno 
l. Th. 1996 – 1998 : Mayor Czi Adi Sudariyanto. 
m. Th. 1998 – 1999 : Mayor Czi Juwondo 
n. Th. 1999 – 2001 : Mayor Czi Herdiyana
o. Th. 2001 – 2003 : Mayor Czi I Nengah W 
p. Th. 2003 – 2004 : Mayor Czi Jhoni Aritonang 
q. Th. 2004 – 2007 : Mayor Czi Bambang P. 
r. Th. 2007 – sekarang Mayor Czi Yudha R 

7. Penutup. 
Demikian uraian sejarah satuan Denzipur 7 Kodam VI/TMulawarman.

dikutip dari : http://www.kodam-mulawarman.mil.id/profil/satuan/batalyon/denzipur-7
Berikut Artikel/ logo yang mungkin ingin di lihat juga :

Daftar Isi Blog
Kumpulan Logo Vector
Kumpulan Logo Partai Politik
Kumpulan Logo Militer
Kumpulan Logo bank
Kumpulan Logo Provinsi
Kumpulan Logo Kabupaten
Kumpulan Logo Kota
Kumpulan Logo BUMN
Kumpulan Logo Asuransi
Kumpulan Logo Politeknik
Kumpulan Logo Universitas
Kumpulan Logo Visit daerah Indonesia
Kumpulan Logo Kementerian Indonesia
Kumpulan Logo Operator Seluler
Kumpulan Logo Batalyon Infanteri (Yonif)
Berita Pos Indonesia
Kumpulan Logo Kodam Indonesia
Gambar Kota Seluruh Indonesia
Catatan Pribadi Admin
Tentang Admin

Terima Kasih sudah berkunjung di Blog ini.
salam Blogger
Ardi
tuturial-sorong.blogspot.com
ardilamadi@gmail.com
Pin BB : 266e1bcb
Kaimana - Papua Barat

Berikut daftar logo atau artikel yang sesuai dengan Judul Postingan di Atas :

Previous
Next Post »