Jiwa yang Begitu Sepi

Jiwa yang Begitu Sepi
Disaat- saat ini, jiwa terasa kosong, semua waktu yang di lalui terasa hampa. Hanya menulislah yang menjadi kegiatan yang sedikit membuat waktu sedikit tidak terasa. walau berada ruang hingar bingar, tetap saja terasa begitu hening, begitu sunyi, kesibukan pekerjaan sehari-hari tidak mampu membuat jiwa ini menghilang dari kehampaan, tambahan kegiatan lain tidak juga menjadi harapan,  sudah sering mengirim pesan ke teman-teman walau sekedar basa basi yang tak begitu berarti dengan menghaparkan balasan, dengan sedikit haparan bisa membuat jiwa ini tersenyum, itu tidak juga membuahkan hasil, seakan tak ada orang yang mau mengerti jiwa ini, raga ini memang tau akan ajarah hidup pantang menyerah untuk seorang laki-laki, tapi itu bukan berarti semua saat di lalui dengan harapan, memang, disaat beginilah, hanya kata berharap yang menjadi penopang semangat untuk melihat kedepan, setidaknya untuk beberapa saat. entah kesibukan apalagi yang harus di isi agar rasa hampa ini pergi menjauh dari raga ini, agar benih-benih semangat itu bisa tumbuh bersemi, walau hanya seuntai bibit. yang hingga raga ini bila terlelap dalam tidur, tanpa di hiasi mimpi, yang hingga jiwa ini begitu lelah untuk memikirkan kalau hati ini dulunya pernah memasuki ruang yang begitu hampa, seakan tak ada yang melihat, tak ada yang bisa di raba. atau bahkan hingga kuku semua terlepas,,  yang di karenakan tak kuat lagi menancap di jari-jati raga ini.

cinta,,, ya,, cinta,,, begitu banyak artinya, begitu indah rasanya, semua itu terangkum dalam satu arti, dalam satu rasa, hakiki, hanya kehakikianlah semua itu akan bermuara, cinta yang hakiki., tidak berati jiwa ini juga belum pernah melewati  vase saat cinta bertandang ke ruang hati ini, namun tak berarti pula cinta itu akan menancapkan paku di relung jiwa, tak pula membentangkan sayap di dalam dada, ada saatnya dia pergi, ada saatnya dia kembali lagi, ada saatnya semua rasa yang tumbuh begitu subur, berubah menjadi layu secara perlahan, hingga semua begitu gersang, tanpa angin, tanpa warna, ada saaatnya juga jiwa ini mersakan tuna cinta, namun rasa yang hakiki itu sdh tidak memberikan jejaknya lagi, ke arah yang mana untuk menemuinya, tidak ada janji untuk kembali bertandan di hati ini.

Pernah datang,,, saat begitu terasa hening, ada angin yang membisikan cinta, yang di angankan dari  hati yang tak pernah menduga, tapi hati ini begitu dingin, seakan tak ada musim yang akan mecairkan kesejukan itu, tak ada angin lain yang hendak membelai setiap ujung untaian rambut ini...

Saat yang beginilah, jiwa ini kadang memikirkan keindahan dari sisi lain, yang jiwa ini juga sudah tau itu bukanlah wujud yang akan datang, mencoba mengharapkan sosok yang tak begitu mengenal kita, yang begitu menawan hati, mencoba melewati garis yang memang terlarang,  memang suatu kesalahan besar, tapi jiwa ini tidak mampu menduga mengapa itu begitu menghantui harapan ini, seakan mengalahkna cita-cita yang pernah di tanamkan di bulan, yang pernah di gantungkan di bintang yang paling bersinar, yang pernah terbesit rasa untuk mengintari  jagad raya, menjumpai semua orang yang berbeda kehidupan, dari utara hingga kutub selatan.

Mencoba mereview masa lalu, masa hidup penuh perjuangan, yang berbarengan dengan masa penentuan jati diri, itu tak mampu lagi menyirami benih yang pernah tertanam dulu, yang pernah merasakn hidup bagitu tidak indah ditinggalkan sosok menawan, yang pernah merasakan pengganti sosok itu, tapi tak begitu indah, malah hanya membuat cerita kehidupamn baru, yang pernah tak begitu merasakan indahnya masa remaja, bahagia masa kecil, masa terbang bebas tapa beban kehidupan.

Kini, jiwa ini sudah pandai berdamai dengan keadaan, sudah ikhlas dengan kondisi raga , tidak mengapa tidak bahagia di masa lalu, tidak mengapa tidak bahagia saat ini, akankah ada rasa yang indah di masa datang? jiwa yang didambakan penuh kedamaian, dari jiwa yang begitu sepi.

Kaimana, 30 Mey 2013



Berikut daftar logo atau artikel yang sesuai dengan Judul Postingan di Atas :

Previous
Next Post »
0 Komentar