Logo Yonzipur 10 Jaladri Palaka

SEJARAH SINGKAT YONZIPUR 10/2 KOSTRAD
JALADRI PALAKA

            Batalyon Zeni Tempur 10 Divisi Infanteri 2 Kostrad adalah satuan bantuan tempur yang berkedudukan langsung dibawah Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad.         Yonzipur 10/2 Kostrad bertugas pokok melaksanakan konstruksi, destruksi dan Nubika pasif guna memperbesar daya gerak satuan-satuan Divif 2 Kostrad, memperkecil daya gerak musuh serta membantu mempertahankan kelangsungan hidup dan mempertinggi kemampuan operasi satuan Divif 2 Kostrad (Keputusan Kasad Nomor KEP/54/X/2005 tanggal 14 Oktober 2005).
           
Semula satuan ini pada awal berdirinya dibentuk untuk melaksanakan operasi pantai dengan kendaraan tempur Amfibi maka saat resmi dibentuk pada tanggal 1 Maret 1962 sesuai Surat Keputusan Kasad Nomor KPTS-28/1/1962 tanggal 13 Januari 1962 bernama Yonzipur 10 Amfibi Korra 1/Caduad.
           
Sejak diresmikan hingga sekarang Yonzipur 10/2 Kostrad telah menempuh liku-liku sejarah yang cukup panjang serta telah mengalami berbagai perubahan organisasi, termasuk unsure yang berada dibawahnya.
           
Yonzipur 10 yang hari jadinya tanggal 15 Mei, hingga kini telah genap berusia 46 tahun. Selama itu pula Yonzipur 10/2 Kostad telah tumbuh dan berkembang seirama dengan pertumbuhan dan perkembangan Divisi Infanteri 2 Kostrad khususnya, bangsa dan negara Republik Indonesia pada umumnya.


Latar Belakang Pembentukan.  

Didasari pemikiran Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Abdul Haris Nasution tentang pembentukan Cadangan Umum Angkatan Darat (Caduad) yang berpangkal tolak pada perkembangan pelaksanaan tugas pemulihan keamanan dalam negeri Indonesia dan perkembangan kekuatan militer Angkatan Darat maka dipandang penting adanya satuan yang mempunyai kemampuan operasi pantai dengan kendaraan tempur Amfibi. Atas pertimbangan tersebut maka dicanangkanlah pembentukan satu Batalyon Zeni Tempur yang mempunyai kemampuan Amfibi yang kemudian dikenal dengan nama Batalyon Zeni Tempur  10 Amfibi Korra I/Caduad yang merupakan cikal bakal dari Batalyon Zeni Tempur 10 Divisi Infanteri 2 Kostrad.

Sejarah Pertumbuhan Bangsa Indonesia.
                       
Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, maka negara yang baru lahir ini tidak luput dari segala macam tantangan, cobaan dan gangguan baik yang datang dari luar negeri maupun dalam negeri.  Tujuan mereka tidak lain untuk menghancurkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 serta keutuhan negara Republik Indonesia sebagai negara kesatuan. Kekuatan-kekuatan tersebut membentuk gerombolan-gerombolan bersenjata maupun tak bersenjata yang menimbulkan pemberontakan dan peristiwa-peristiwa :

a.            PKI Muso di Madiun tahun 1948.
b.            DI/TII S.M Kartosuwiryo di Jawa Barat  tahun 1948.
c.            DI/TII di Jawa Tengah tahun 1949.
d.            APRA Westerling di Bandung tahun1950.
e.            Andi Azis di Makasar tahun 1950.
f.             Ibnu Hajar di Kalimantan tahun 1950.
g.            RMS di Maluku tahun 1950.
h.            DI/TII Kahar Muzakar di Sulawesi Selatan tahun 1951.
i.              PRRI/Permesta di Sumatera Barat dan Sulawesi Utara/Tengah tahun 1956/1957.
j.              Irian Barat dikuasai Belanda, dll.

Peristiwa tersebut justru bertentangan dengan kehendak rakyat Indonesia yang menginginkan  bentuk negara kesatuan dan mempunyai ideologi Pancasila serta UUD 1945.
Pembentukan Yonzipur 10/2 Kostrad.

a.         Berawal dari kondisi keamanan tanah air Indonesia dan kebutuhan pengembangan kekuatan TNI AD dalam mendukung operasi Trikora khususnya, maka pimpinan Angkatan Darat membentuk sebuah satuan yang mempunyai kemampuan operasi pantai dengan kendaraan tempur Amfibi, dibentuklah Batalyon Zeni Tempur 10/Amfibi. Dengan keluarnya Surat Direktur Zeni Nomor  699/10/1961 dan Nomor  701/10/1961 tentang pembentukan Batalyon Zeni Tempur 10 Amfibi Korra I/Caduad, maka Danyon Zipur 5 Dam VIII/Brawijaya yang pada waktu itu dijabat oleh Mayor Czi Santoso Kasran ditunjuk sebagai formatur untuk membentuk satu Batalyon Zeni Tempur Amfibi dan dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Kasad Nomor   KPTS‑28/1/1962  tanggal  13 Januari 1962, organisasi Yonzipur 10/Amfibi secara resmi terbentuk  terhitung mulai tanggal 1 Maret 1962. Dengan personel dan peralatan yang ada maka diadakanlah latihan yang menyangkut tentang keamfibian dengan tema “WIDYA SATYA QAKTI". Sebagai akhir dari keseluruhan latihan tersebut, diadakan Long March dari daerah latihan Lawang melintasi Gunung Bromo dan berakhir di Probolinggo-Jawa Timur.

b.         Dengan ditutupnya latihan "WIDYA SATYA QAKTI" di Probolinggo-Jawa Timur pada tanggal 15 Mei 1962, secara resmi terbentuklah BATALYON ZENI TEMPUR 10/AMFIBI yang diresmikan oleh Pangdam VIII/Brawijaya yang diwakili oleh Letnan Kolonel Inf Kartidjo dan dihadiri oleh Direktur Zeni Kolonel Czi Sutarto, dalam upacara itu pula sekaligus dilantik Kapten Czi Soedibjo Nrp 17371 sebagai Danyon Zipur 10/Amfibi yang pertama.

Dengan demikian pada tanggal 15 Mei 1962 secara resmi dijadikan hari jadi Batalyon Zeni Tempur 10/Amfibi dengan diberikan lam­bang kesatuan binatang "BIVER" dalam kotak segi lima bermoto "JALADRI PALAKA" yang dikukuhkan dengan :

1)         Surat Keputusan Kasad Nomor KPTS/28/1/1962 tanggal 13 Januari 1962 tentang pembentukan organisasi Yonzipur 10/Amfibi.

2)         Surat Telegram Pangkostrad Nomor ST/206/1985 tanggal 15 Mei 1985 tentang alih status Yonzipur 10/Amfibi dari Resimen Zeni 1 Tempur Kostrad menjadi organik / administrasi Divisi Infanteri 2 Kostad.

3)         Surat Perintah Pangdivif 2 Kostrad  Nomor    Sprin/105/VIII/1985  tanggal   29 Agustus 1985 tentang alih status Yonzipur 10/Amfibi menjadi Yonzipur 10 Divif 2 Kostrad.

Proses Pembentukan Yonzipur 10/2 Kostrad.

Dengan dikeluarkannya Surat Direktur Zeni Nomor  699/10/1961 dan Nomor  701/10/1961 tentang pembentukan Batalyon Zeni Tempur 10 Amfibi Korra I/Caduad, maka Danyon Zipur 5 Dam VIII/Brawijaya yang pada waktu itu dijabat oleh Mayor Czi Santoso Kasran ditunjuk sebagai formatur untuk membentuk satu Batalyon Zeni Tempur Amfibi dan dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Kasad Nomor KPTS‑28/1/1962 tanggal 13 Januari 1962, organisasi Yonzipur 10/Amfibi secara resmi terbentuk  terhitung mulai tanggal 1 Maret 1962.

Penugasan Operasi Dalam Negeri.

a.         Operasi Trikora (Pembebasan Irian Barat).
                       
Dalam rangka pengembalian Irian Barat ke pangkuan Ibu Pertiwi maka Yonzipur 10/ Amfibi dipimpin  oleh Danyon Mayor Czi Soedibjo ikut berada di daerah Mandala dimana Koyon berada dikota Ambon sedangkan Kompi-Kompi berada didaerah Laha.
1)         Operasi Jaya Wijaya.
           
Sasaran utama dalam rencana operasi ini ialah merebut Biak dengan cara operasi pendaratan amfibi. Untuk itu Yonzipur 10/Amfibi ikut serta dengan mem BP kan Kompi Pantai II dibawah pimpinan Lettu Czi Sukardi Nrp 289815 kepada Komandan Pasukan gabungan Komando Armada Tugas Amfibi (PASKOMARTU)TF.Wibisono. Setelah lebih kurang satu bulan berada didaerah kumpul I yaitu Laut Banda dan Kompi Pantai I disiapkan didaerah Ambon maka pasukan ditarik kembali pada tanggal 12 Maret 1962  melalui Radiogram Pangadla Nomor TR 201/3/C/1963 dan operasi amfibi ini dibatalkan.

2)         Operasi Pendaratan Brigif (Operasi Jaya Wijaya).

Dalam gelombang pendaratan berikutnya, yaitu pendaratan Brigif maka Batalyon(-) langsung dibawah pimpinan Mayor Czi Soedijo Nrp 17517 mengadakan persiapan untuk mendukung rencana pendaratan tersebut. Untuk pendaratan ini disiapkan dua Kompi dan satu Peleton Sekoci dibawah pimpinan :

a)         Kompi I            :           Lettu Czi Yopi Mulyohadi
b)         Kompi III          :           Lettu Czi Gatot Soedewo

 Dengan berhasilnya perundingan New York maka sesuai Radiogram Pangad Nomor TR-201/3/C/1963 maka mulai tanggal 12 Maret 1963 Yonzipur 10/Amfibi ditarik kembali ke Homebase di Kepanjen/Malang.

3)         Operasi Masohi.

Berdasarkan Surat Perintah Dirziad Nomor ST/688/1963 dan Radiogram Pangad Nomor TR-562/1963 tanggal 16 Maret 1963 dan Radiogram Pangkorra I/Caduad Nomor TR-0364/7/1963 maka bulan Agustus 1963 satu Kompi Yonzipur 10/Amfibi dibawah pimpinan Lettu Czi Gunardi di BP kan DAM XV/Patimura dalam rangka penumpasan gerombolan RMS di Seram Barat. Dalam Operasi ini hasil yang dicapai sebagai berikut :
                                   
a)            Pembuatan jalan dan jembatan Piru-Murikain sepanjang 30 Km.
b)            Pembuatan jalan dan jembatan Toniwel-Rering  sepanjang 30 Km.
c)         Pembuatan jalan Kairatu-Hunilitu Via Sukawati sepanjang 40 Km.

Pada tanggal 29 Mei 1964 Kompi ini ditarik kembali ke induk pasukan di kepanjen/Malang.

4)         Operasi BP Kodam XVII/Cendrawasih.
           
Untuk memperlancar gerakan operasi militer ke pedalaman Irian Barat terutama dalam rangka memperlancar penyaluran logistik maka sejak tanggal 26 Agustus 1963 sesuai Perintah Operasi Nomor PRINOP-8/8/1963 Yonzipur 10/Amfibi menugaskan dua Regu Sekoci dipimpin Capa Umar Tojib BP Kodam XVII/Cendrawasih Cq. Korem 173. Setelah melaksanakan tugas satu tahun, pasukan ini kembali ke Kepanjen-Malang.

b.         Operasi Dwikora

Dalam rangka pelaksanaan operasi Dwikora, berdasarkan Surat Perintah Menpangad Nomor 52/2/1965 tanggal 12 Pebruari 1965 serta Surat Telegram Pangkopur Mandau Nomor 539/II/1965 tanggal 11 Juni 1965 maka pada tanggal 7 Mei 1966 Yonzipur 10/Amfibi menugaskan satu Kompi dipimpin Lettu Czi Machfud Nrp 18544  melaksanakan operasi Mandau di Daerah Kalimantan Barat.

c.         Operasi Penumpasan DI/TII.

Berdasarkan Surat Perintah Menpangad Nomor TR/950/1964 tanggal 5 Juni 1964 Yonzipur 10/Amfibi menugaskan satu Detasemen kekuatan 118 orang dipimpin Lettu Czi Ishak Prawiradilaga Nrp 18468 untuk BP Kodam XIV/Hasanudin dalam rangka menumpas gerombolan DI/TII yang dipimpin Kahar Muzakar di daerah Sulawesi Selatan dan Tenggara dengan sebutan operasi Tumpas/Kilat.

d.         Operasi penumpasan G.30.S/PKI.
                       
1)         Operasi Pancasila.

Pada saat meletusnya tragedi nasional G.30.S/PKI, dua Kompi Yonzipur 10 berada di Jakarta. Kompi Palam dipimpin Lettu Czi Djauhari,Kompi Pantai dipimpin Letda Czi M Imam Suyudiman. Begitu juga Danyon Zipur 10/Amfibi Mayor Czi Chardhie RS dan beberapa Perwira Staf sedang mengikuti upacara HUT TNI ke 20 tanggal 5 Oktober 1965. Danyon mengambil keputusan, semua pasukan dan alat peralatan yang ada di Jakarta dikembalikan ke Pasuruan. Setelah melaksanakan operasi selama satu bulan, Yonzipur 10/Amfibi, melalui Surat Telegram  Pangkostrad Nomor ST-1164/1965 tanggal 19 Nopember 1965 untuk di BP kan ke Pangdam VIII/Brawijaya dengan susunan sebagai berikut :
                       
a)         Kompi A dipimpin Lettu Czi Gunardi BP Kodim 0819 Pasuruan.
b)         Kompi C dipimpin Lettu Czi Ishak Prawiradilaga BP Kodim 0813 Situbondo.
c)         Kompi Palam dipimpin Lettu Czi Djauhari BP Kodim 0816 Sidoarjo.
d)         Satu Peleton Palam diperkuat Ranpur Amfibi dipimpin Capa Sumirat Wilagabrata mengamankan kediaman Pangdam VIII/Brawijaya.

2)         Operasi Trisula.

Selama tiga bulan satu Kompi di tambah satu Regu Ranpur amfibi Yonzipur 10 dipimpin Lettu Czi Untoro ikut menumpas sisa-sisa G.30.S/PKI DI Blitar Selatan melalui operasi Trisula yang dipimpin oleh Danbrigif Linud 18 Kolonel Inf Witarmin.

3)         Operasi Sabergab.

Berdasarkan Radiogram Pangad Nomor TR/468/1969 dan Radiogram Pangkostrad Nomor TR/109/2/1969 tanggal 19 Pebruari 1969 pada tanggal 6  Mei 1969 Yonzipur 10 mengirimkan 1 Kompi Pantai B dipimpin Lettu Czi Untoro Nrp 19427 ke Kalimantan Barat dalam rangka penumpasan PGRS/Paraku yang berkaitan erat dengan G.30.S/PKI.

e.         Operasi Timor-Timur.

1)         Operasi Seroja I. Diberangkatkan ke Timor Timur 1 Tim dibawah pimpinan Lettu Czi Supri bertugas di Kima Gusbanmin Kogasgab Dili dan 1 Peleton Pimu dipimpin Lettu Czi Sarim BP Denma Kogasgab dalam rangka pendaratan di Betano-Same- Ainaro dan Dili. Setelah bertugas 8 bulan, pada tanggal 22 Juni 1976 pasukan ini kembali ke Pasuruan.

2)         Operasi Seroja II. Diberangkatkan Den Palam dan 8 Ranpur K 61 dipimpin Kapten Czi Dirun Wiyono yang bertugas menyalurkan logistik dari kapal laut ke pantai dan sebaliknya di pelabuhan Lautem, Suai, Beaco dan Betano. Pada operasi ini gugur Letda Czi Bandel Wisiksono di daerah Lautem. Pada bulan Oktober 1976 Den Palam ditarik kembali ke induk pasukan di Pasuruan.

3)         Operasi Seroja III. Diberangkatkan kembali 1 Tim Khusus dipimpin Lettu Czi R Muhammad BP  Kolog Kogasgab Dili dan 1 Peleton Pimu dipimpin Lettu Czi T Rudhy Setiawan BP Denma Kogasgab dalam rangka perebutan Liquisa, pembersihan Ermera, pembuatan jembatan di Manatuto-Laklubar dan pertahanan kota Dili.

4)         Operasi Seroja IV. Diberangkatkan ke Timtim Denzi Satgasgab terdiri dari 161 Yonzipur 10/Amfibi, 55 Yonzipur 9/Para 40 Kizi 3/Harlap dan 11 Yonzikon 11.

5)         Operasi Seroja V. Diberangkatkan 4 Seksi Palam kekuatan 36 personil dengan 6 Ranpur K61 dipimpin Lettu Czi M Radjagukguk. Tugas pokok menyalurkan logistik dari kapal ke pantai dan sebaliknya didaerah Lautem, Suai, Beaco dan Betano. Pada bulan September 1977 setelah bertugas selama 11 bulan Satgas ini ditarik dengan kerugian 1 Ranpur K61 Nomor Reg 533 tenggelam di Suai.

6)         Operasi Seroja VI. Diberangkatkan 1 Seksi Palam kekuatan 15 personel dengan 3 Ranpur K61 dipimpin Lettu Czi JM Talantan. Tugas yang dilaksanakan menyalurkan logistik di pantai Suai, Jumalai, Betano, Beaco dan Laga. Setelah bertugas selama 1 tahun  Satgas ini kembali ke Pasuruan pada bulan Oktober 1978.

7)         Operasi Seroja VII. Diberangkatkan kembali 1 Seksi Palam kekuatan 15 personel dengan 3 Ranpur K61 dipimpin Peltu Willem Parura. Tugas menyalurkan logistik didaerah Suai, Betano dan Beaco. Pada bulan Mei 1979 Satgas ini kembali ke Pasuruan.

8)         Operasi Seroja VIII. Diberangkatkan kembali SSY Yonzipur 10/Amfibi kekuatan 360 personel dalam rangka BP Laksuskopkamtibda Nusra (Kodam XIV/Udayana) dengan tugas tugas khusus Konstruksi.
           
9)         Operasi Seroja IX. Pada tahun 1987 diberangkatkan kedaerah Timor‑Timur dengan kekuatan 1 Ton di bawah Pimpinan Lettu Czi Syahyudi.

10)       Operasi Seroja X. Pada tahun 1988 diberangkatkan kedaerah Timor‑Timur dengan kekuatan 1 Ton dibawah Pimpinan Lettu Czi Baja Bungaran.

11)       Operasi Seroja XI. Pada tahun 1992 diberangkatkan kedaerah Timor‑Timur dengan kekuatan 20 orang dibawah Pimpinan Kopda Jumliadi BP Yonif 413/6/2 Kostrad.

12)       Operasi Seroja XII. Pada tahun 1992 diberangkatkan kembali kedaerah Timor‑Timur dengan kekuatan 11 orang dibawah Pimpinan Pratu Hengki Seseray BP Yonif 514/9/2 Kostrad.

13)       Operasi Seroja XIII. Pada bulan Mei 1993 berangkat ke daerah Timor-Timur dengan kekuatan 150 orang dibawah pimpinan Mayor Czi SH. Nugroho,pasukan ini  kembali bulan April 1994.

f.          Operasi Aceh.
                                               
1)         Satgas Aceh I. Pada bulan Desember 2000 s/d Desember 2001, 187 orang dibawah Pimpinan Kapten Czi M. Irfan Affandi melaksanakan Bhakti TNI di Rah Rawan NAD BP Yongab TNI.

2)         Satgas Aceh II. Pada bulan Juli 2001, 100 orang dibawah Pimpinan Kapten Czi Sujono melaksanakan Bhakti TNI di Rah Rawan NAD BP Yonzipur 9/1/Kostrad.

3)         Satgas Aceh III. Pada tahun 2002 diberangkatkan kedaerah Nangroe Aceh Darussalam dengan kekuatan 2 orang dibawah pimpinan Serma Wakit  BP Yonif 509/9/2 Kostrad dengan tugas melakasanakan tugas Operasi pemulihan keamanan.
                                               
4)         Satgas Aceh IV. Pada bulan April 2003 s/d Juni 2004, 310 orang dibawah Pimpinan Letkol Czi Firman Dahlan melaksanakan Bhakti TNI di Rah Rawan NAD.

5)         Satgas Aceh V. Pada tahun 2003 s/d 2005 kedaerah Nangroe Aceh Darussalam dengan kekuatan 5 orang dibawah pimpinan Lettu Czi Djaka Suwarta BP Yonif 412 Raider/6/2 Kostrad melaksanakan tugas Operasi pemulihan keamanan.
           
6)         Satgas Aceh VI. Pada bulan Februari s/d Juni 2005, 450 orang dibawah pimpinan Letkol Czi Firman Dahlan melaksanakan TMMD ke 74 Tanggap Darurat (Tsunami) di Daerah Nangroe Aceh Darussalam.

g.         Operasi Pengamanan.

1)         Tahun 1983 melaksanakan Tugas Operasi Pengamanan di Daerah Irian Jaya dengan kekuatan 2 Kompi dibawah Pimpinan Kapten Czi Sugeng Hartono dan Kapten Czi Asmangluang Cap.

2)         Melaksanakan pengerahan langsung/tak langsung setiap pelaksanaan pemilu dan Sidang Umum MPR.

3)         Pada bulan Februari sampai dengan Agustus 1999, 300 orang dibawah Pimpinan Danyon Letkol Czi Annas Djoko Setiad­ji melaksanakan pengamanan wilayah Ambon.

4)         Pada tahun 1999 mengirimkan Kapten Czi Novi Herianto dan Kapten Czi Ernandi Hartanto dalam rangka jajak pendapat ke Timtim.

5)         Pada bulan Maret 2000, 39 orang dibawah Pimpinan Lettu Czi Muhammad Said melaksanakan pengamanan perbatasan Atambua BP Yonif Linud 502.

6)         Pada bulan Januari 2003,mengirimkan Kapten Czi Sapto Widhi Nugroho bergabung dalam Satgas JSCC di daerah rawan NAD.

7)         Pada bulan Mei 2003 s/d Mei 2004, 39 orang dibawah Pimpinan Letda Czi Edhi Purwanto melaksanakan pengamanan perbatasan Atambua BP Yonif 414.

8)         Pada bulan Juli 2005 s/d September 2006, 30 orang dibawah pimpinan Letda Czi Anthon Wibowo melaksanakan pengamanan perbatasan Atambua BP Resimen Armed 1 Divif 2 Kostrad.
 
Penugasan Operasi Luar Negeri.

a.         Operasi Perdamaian.

1)         Tahun 1992 mengirimkan Team Zeni dengan kekuatan 42 orang dibawah pimpinan Letda Czi Marrahmat bergabung dengan Yonif Linud 503/18 melaksanakan tugas Internasional sebagai Kontingen Garuda XII‑A di Kamboja.

2)         Tahun 1992 mengirimkan Team Zeni pimpinan Lettu Czi Irwan Zaini dengan kekuatan 57 bergabung dengan Yonif 411/6 seba­gai Kontingen Garuda XII/C di Kamboja.

3)         Tahun 1994 s/d Mei 1995 mengirimkan 3 orang Bintara dipimpin oleh Serka Ujang Tasmir tergabung dalam Yonkes 1 Kostrad sebagai Konga XIV‑A di Bosnia.

4)         Tahun 1995 s/d Pebruari 1996 mengirimkan 8 orang anggo­ta dipimpin Kapten Czi Denny Herman BP Yonkes 1 Kostrad tergabung dalam Kontingen Garuda XIV‑B di Bosnia.

5)         Tahun 1995 mengirimkan 3 orang Perwira di Pimpinan Mayor Czi Betta Insan tergabung dalam Kontingen Garuda XIV‑C Satgas Zeni Yonzipur 9/1 Kostrad.

6)         Pada bulan Juni 1996 s/d Juli 1997 mengirimkan 50 orang anggota di Pimpin Kapten Czi Y.D. Prasetiyo melaksanakan tugas Internasional sebagai Kontingen Garuda XIV‑E di FYROM (Former Yogoslavia Republic of Macedonia).
7)         Pada bulan Maret 1998 mengirimkan 50 orang anggota dipimpin Kapten Czi Novi Heriyanto melaksanakan tugas Inter­nasional sebagai Kontingen Garuda XIV‑J di Former Yugoslavia Republic of Macedonia sampai Maret 1999. Tahun 1999 2 orang Pa A.n Kapten Czi Novi Herianto dan Kapten Czi Ernandi Hartanto sebagai Military Liaison Officer TNI untuk Unamet di Timtim dan Staf Penguasa Darurat Militer (PDM).

8)         Tahun 1999 mengirimkan Kapten Czi Novi Herianto untuk bergabung dalam Satuan tugas Indonesia untuk Timtim ( ITFET ) di Timor Timur.

9)         Pada bulan Nopember 2007 mengirimkan 40 orang anggota dipimpin Kapten Czi Zulhadrie S. Mara melaksanakan tugas Internasional tergabung dalam Kontingen Garuda XX-E/Monuc di Konga sampai dengan sekarang.

Tugas Luar Negeri lainnya

1)         Pada tahun 1991 mengirimkan Lettu Czi Edi Supratno dan Lettu Czi Hari Subagio dalam rangka latihan Safkar Indopura di Singapura.

2)         Pada tahun 1996 mengirimkan Kapten Czi Novi Herianto dan Lettu Czi Ernandi Hartanto mengikuti latihan bersama dengan Australia Dik Jocit di Australia.

3)         Pada tahun 1994 mengirimkan Kapten Czi Hari Subagio dan Serda Mustofa dalam rangka OJT di Malaysia.

4)         Pada tahun 2002 mengirimkan Kapten Czi Sapto Widhi Nugroho dalam rangka Kursus anti teror di Hahawaii-USA. 

dikutip dari : http://www.kostrad.mil.id
Previous
Next Post »
0 Komentar