Mari bercerita Tentang Kaimana

Mari bercerita Tentang Kaimana
Udara di Kaimana memang segar kalau pagi hari, paling cocok buat jalan-jalan, apalagi diwaktu liburan, selain penyegaran, juga bisa buat dokumentasi hidup, siapa tau aja untuk dijadikan laporan ke yang presiden nanti, hiks,,,, hiks,,,,.
waktu itu sempat tiga kali yang saya ingat, satu kalinya lari-lari sedang dan di akhiri dengan duduk-duduk dipelabuhan sambil menonton kesibukan orang yang datang dan pergi mengunakan perahu kecil, pas juga waktu itu ada kapal Pelni yang berlabuh, karena kondisi pelabuhan yang tidak memungkinkan, kapal di maksud hanya bisa berlabuh dari kejauhan sekitar 1 km dari pelabuhan, lupa saya kapal apa namanya waktu itu, kalau bukan kapal Ciremai, pasti kapal penggantinya waktu itu hehe. namun sayang sekali hari itu lupa bawa kamera untuk dokumentasi.



yang bersangktan lompat dari atas punggung patung burung


jalan Utarum Kaimana, Februari 2013


Nah pada kesempatan kedua dan ketiganya, baru deh ada foto dokmentasi nya, lihat aja foto2 yang bertaburan di postingan ini, yg laki-laki itu namanya Arief Eka Setiawan, biasa di panggil Pakde Arif, bos Besar di Jasaraharja Perwakilan Kaimana  di Kala itu, Perusahaan asuransi bepelat merah, sedangkan  yang wanita itu namanya Ria Kurniawati, Bos Bank Mandiri Cabang Kaimana, perusahaan yang berpelat merah juga. biasa di panggil Neng Ria, saya sendiri namanya Ardi La Madi, yang bercita-cita mau menjadi Pengusaha Ayam ternak yang sukses, namun sayangnya sudah kecantol di Kantor Pos,Perusahaan berpelat orange hehehe.... kantor Pos kaimana yang pegawainya yanga 3 orang,,,, huh,,,,,, sungguh di sayangkan,,,,,,.

jadi pada waktu jalan2 yang keduanya, yang dilewati itu, mulai dari jalan cendrawasih tempat Pakde Arif tinggal, kemudian menuju ke arah kroy, yang dilewati itu ada yang namanya kaki air kecil, ada juga kaki air besar,dan kita beloknya di jalan kaswarina, tuh ada foto pakde arif lompat dari atas punggung patung burung, hebat kan??? dari ketinggian sekitar 10 meter,,, tapi tidak perlu khawatir, dia kan pegawai jasa raharja, jadi sudah tau mana yang di asuransikan hiks hiks,,,,,,,,,,

dan  waktu jalan2m ketiganya,,nih pake motor dulu dari rumah pakde Arif, kita berhentinya di Jalan Utarum setelah jembatan besar di Pasar baru, disitu kita mulai jalan-jalan bertelanjang kaki, kaki saja, yang lain tetap di gunakaan, suasana pagi itu cerah dan udara segaaarrr  pisan,,dan orang yang di nanti si Neng Ria itu tenyata sudah duluan bersepeda,, hebat juga yah kalau di pikir-pikir, bersepeda dari subuh, sendiri2, perjalanan jauh,,, butuh semangat yang tinggi untuk memulai itu, menurut saya sih,,. kita ketemunya bertiga di petertengahan antara kampung baru dan pasar baru, kalau gak salah nama air merah atau bantemi,,jadi perjalanan di lanjutkan dengan berjalan kaki, tuh ada foto-fotonya,, acara ini di akhiri dengan makan bersama di warung jalan Batu putih, katanya si namanya warung nasi kuning Mama kembar,,dan ternyata makan disitu gratis, bayarnya belakangan sama pakde Arif,,oooo ternyata dia berlangganan disitu,,selesai makan, kita menuju rumah masing-masing, si Neng Ria kembali ke istananya yang sudah dekat dari situ, saya sendiri di bonceng ke rumah pakde Arif, dari Istana pak arif, saya lanjutkan menggunakan sepeda balapan miliknya untuk pulang kerumah saya di kantor pos. namun karena sepeda di maksud sudah tidak pernah di gunakan di waktu yang lumayan lama, jadi harus isi angin lagi,,....

sekian dudu cerita tentang Kaimana,, mari berbagi cerita untuk di bacaandi waktu kosong,,,,
Previous
Next Post »
0 Komentar