Logo Yonif 731 Kabaresi

Logo Yonif 731 Kabaresi

SEJARAH SATUAN

1. Latar Belakang Sejarah Pembentukan. Periode tahun 1945 s.d. 1950 merupakan masa pergolakan setelah Indonesia merdeka. Pemerintah masih mengutamakan kekuatan diplomasi politik untuk menghadapi pemerintah Belanda yang tidak mau mengerti pada Proklamasi kemerdekaan Indonesia. Dari situasi ini pertumbuhan angkatan bersenjata kurang mendapat perhatian dari pemerintah. Pemerintah masih memfokuskan pada tatanan system pemerintahan. Meskipun demikian pada tahun 1950 di belahan Indonesia bagian timur telah terbentuk Tentara Teritorium Indonesia Timur dengan nama TERR-7, berasal dari beberapa kesatuan yang bergabung menjadi satu, diantaranya Bun-P yang nantinya menjadi Batalyon Paliyama. Dan pasukan-pasukan KNIL yang atas kesadarannya mau bergabung masuk menjadi APRIS, kemudian bersama-sama berjuang mengusir pemerintah Belanda demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Batalyon ini diresmikan oleh Panglima Teritorium Indonesia Bagian Timur menjadi Batalyon Paliyama yang dipimpin oleh Kapten Inf Paliyama yang berlokasi di Watampone (Sulawesi Selatan). Adapun kompi-kompinya dalam keadaan tersebar.
2. Pemrakarsa.
  • Kompi Markas dipimpin oleh Letda Inf Y. Washinton berlokasi di Singkawang dan Sopeng. Bergabung dengan APRIS pada tanggal 2 Juni 1950.
  • Kompi I dipimpin oleh Lettu Inf Suwarno berlokasi di Bantaeng dengan daerah operasi meliputi Bulukumba, Selayar, Majene, Kanusi dan Enrekang, bergabung dengan APRIS pada tanggal 29 Juni 1950. 3
  • Kompi II dipimpin oleh Lettu Inf P. Kombang berlokasi di Masamba dengan daerah operasi meliputi Watumalili, Bone Putih, Kendari dan Makale Bantaeng. Bergabung dengan APRIS pada tanggal 10 Juni 1950.
  • Kompi III dipimpin oleh Lettu Inf H. Sumigar berlokasi di Rantepao dengan daerah operasi meliputi Makale, Sengkang, bergabung dengan APRIS pada tanggal 10 Juni 1950.
  • Kompi IV dipimpin oleh Letda Inf Salim berlokasi di Bantaeng dengan daerah operasi meliputi Malakaji, bergabung dengan APRIS tanggal 01 Juni 1950.
  • Kompi V dipimpin oleh Letda Inf Lotulung dengan lokasi di Kendari dengan daerah operasi meliputi Bau-Bau, Wakatobi, Kolaka dan Rahakabaena Bupinang, bergabung dengan APRIS pada tanggal 11 Juni 1950.
3. Waktu dibentuk. Masa Peralihan Seperti diterangkan di atas bahwa setelah Revolusi Kemerdekaan Republik Indonesia, pembentukan Angkatan Bersenjata mengalami banyak perubahan untuk mendapatkan kesempurnaan sesuai dengan situasi tugas. Hal ini pun dialami oleh Batalyon Infanteri 731/Kabaresi, terbukti dari mulai pembentukan sampai saat ini menjadi Batalyon Infanteri 731/Kabaresi sebagai satuan tempur mengalami peralihan-peralihan sebagai berikut :
  • Pada tanggal 27 Juli 1950 Batalyon Paliyama beralih menjadi Batalyon 704.
  • Pada tanggal 01 Pebruari 1952 beralih lokasi di daerah Maluku dengan pembagian Kompi Markas Batalyon berada di Ambon, Kompi I berada di Batu Merah Ambon, Kompi II berada di Batu Merah Ambon, Kompi III berada di Batu Merah Ambon, Kompi IV berada di Ambon, Kompi V berada di Tanah Tinggi Ambon.
  • Tanggal 01 Desember 1954 Batalyon 704 berubah menjadi Batalyon 713 / ROI dilaksanakan pada tanggal 16 Desember 1954. 4
  • Tanggal 01 Juli 1961 Batalyon 713/ROI beralih nama menjadi Batalyon Infanteri 151 dan masuk bagian dari Kodam XV/Pattimura pada tanggal 17 Juni 1961 dengan lokasi Markas Batalyon berada di Ambon, Kompi I berada di Saparua,  Kompi II berada di Piru, Kompi III berada di Ternate, Kompi IV berada di Tulehu, Kompi V berada di Piru.
  • Tanggal 28 April 1965 Batalyon 151 beralih menjadi Batalyon 731/BS bagian dari Kodam XV/Pattimura yang selanjutnya menjadi satuan tempur ROI 73 dengan lokasi Markas Batalyon berada di Waipo, Kompi Markas berada di Waipo, Kompi Senapan A berada di Namlea, Kompi Senapan B berada di Piru, Kompi Senapan C berada di Waipo, Kompi Bantuan berada di Waipo.
  • Tanggal 28-29 November 1982 melaksanakan pergeseran pasukan Kipan B dari Piru ke Waipo termasuk keluarga dan material.
  • Dalam rangka reorganisasi ABRI pada periode restra III maka pada tahun 1985/1986 Yonif 731 direorganisasikan berdasarkan : Surat Keputusan Kasad Nomor : Skep / 14 / XII / 1984 tanggal 26 Desember 1984, tentang Orgas dan DSPP Korem dalam rangka reorganisasi TNI-AD. Surat perintah Pangdam XV/Pattimura Nomor : Sprin / 47 / I / 1985 tanggal 12 Januari 1985 tentang perubahan Batalyon Infanteri 731/BS menjadi Batalyon Infanteri 731/Ter.
  • Dalam rangka penataan organisasi kesatuan jajaran TNI AD untuk Organisasi dan Tugas Batalyon Infanteri Diperkuat (Orgas Yonif Diperkuat) yang disahkan dengan peraturan Kepala Staf Angkatan Darat Nomor Perkasad / 21 / IV / 2008 tanggal 22 April 2008, Berdasarkan Surat Telegram Danrem 151/Binaiya nomor : ST / 297 / 2006 tanggal 11 Desember 2006 tentang pembentukan Yonif diperkuat dengan penambahan 2 Kompi Senapan pada Yonif 731/Kabaresi. Berdasarkan Surat Perintah Komandan Korem 151/Binaiya Nomor Sprin /291/VI/2008 tanggal 18 Juni 2008 tentang perintah pergeseran Kipan D ke Namrole dengan menggunakan kapal ADRI dan Personel Kipan E ke Bula, maka pada tanggal 17 Juni 2008 dilaksanakan pergeseran pasukan Kompi senapan E dari Waipo ke Bula termasuk keluarga dan materiil melalui lintas darat. Kemudian pada tanggal 23 Juni 2008 dilaksanakan pergeseran pasukan Kompi senapan D dari Waipo ke Namrole menggunakan kapal ADRI termasuk keluarga dan materiil.
Sumber kutipan
Previous
Next Post »
0 Komentar