Email Saya itu di Nilai Negatif

Tadi siang  saya  coba menayakan  hasil pembicaraan via teleponn antara atasan saya  di Kaimana dengan yang di Sorong, ternyata salah satunya adalah teguran tentang email saya kemarin tentang kiriman yang salah salur, kirman yang semestinya Sorong-Jayapura, tapi diteruskan ke Kiamana.email yang saya berharap akan ada balasan, ternyata tidak ada sama sekali. baru saya tau kalau itu di anggap keliru, salah penempatan, atau apalah yang pas untuk mengkategorikan isi email itu.  ya saya akui kalimat yang saya tulis dengan bahasa  yang tidak resmi, terkesan humor (menurtut saya), tapi saya juga tidak bermaksud untukl hal yang negatif dari itu, mungkin saja karena posisi jabatan, hal seperti itu di anggap berlebihan dan bisa juga di dianggap salah atau pelanggaran etika berikirim email. tapi kalu dikasih kesempatan untuk membela diri, saya akan katankan kalau itu sama sekali tidak bermaksud mau meremhkan indifidu lain. Niat awal saya adalah cuma sekedar hiburan bacaan dipagi hari saat masih ditemani kopi hangat diatas meja kerja.

Tapi semua itu sudah terlanjur, sudah terjadi. teguran sudah didapat, walaupun bukan langsung ke saya, tapi sudah jelas kalau saya pelakunya.ide juga sepenuhnya datang dari saya, ide yang menurut saya lebih baik disampaikan dari pada cuma mengomel sana sini kalau si dia kok begini lagi bisa salah  salur lagi kiriman sebesar ini. padahal alamat sudah jelas.  setidaknya dengan menuliskan kisah  ini, saya sudah sedikit lega bisa berbagi, bisa tau kalau apapun masalah yang dihadapi, tetap tegar itu harus, mensyukuri hidup itu juga harus. dalam hati kecil saya malah bersyukur sudah berbuat itu, setidaknya saya sudah pernah melakukannya, sudah melewati giliran saya jika memang masalah itu semua ada gilirannya, yang intinya saya sudah lebih tau duluan tentang akibatnya dari orang-orang yang belum melakukannya. satu hal yang saya mesti sukuri adalah teguran itu datang dari orang yang berjiwa Indah, setidaknya itulah penilaian saya hingga saat ini, dan jika ada perubahan dengan penilaian itu di kemudian hari, saya juga sudah sediakan jawabannya, " hati manusia siapa yang tau".

Bersama catatan ini saya mau menyampaikan permintaan maaf untuk mereka yang mungkin tersinggung atau merasa tidak bermanfaat dan hanya menggaagu urusan dinas. maaf karena saya sudah melakukan itu, andai waktu bisa ditarik mundur maka saya akan memilih tarik lagi email itu agar tidak aiada masalah ini. semoga kedepanya saya lebih bijak lagi dalam urusan berkirim email ini.

Dengan masalah kecil ini, saya jadi sedikit berpikir akan akibatnya terhadap seleksi administrasi lamaran   yang saya sedang tunggu ini. namun, apapun yang terjadi,  yakinlah semua sudah berjalan dan jangan pernah disesali , yang berlalu biarlah berlalu, mari kita jemput yang datang dengan tangan terbuka,,,


Amin
Previous
Next Post »

1 komentar