Logo Nestle

Upaya-Upaya Produksi dan Jejak Langkah Kami dalam Pelestarian Lingkungan Hidup

Pabrik-pabrik Nestlé merupakan motor penggerak pembangunan pedesaan yang sekaligus menerapkan standar kualitas lingkungan yang baru. Nestlé telah melakukan langkah-langkah penting dalam mengurangi dampak lingkungan untuk memperbaiki kesinambungan dalam jangka panjang.

Proses produksi di pabrik Kejayan memiliki skala yang cukup besar mengingat demikian banyaknya produk yang kami hasilkan sebagai komitmen untuk memenuhi kebutuhan para konsumen setia kami. Selain dari berbagai pendekatan inovatif untuk meningkatkan efsiensi produksi dan kualitas produk, kami juga menggunakan beragam upaya terbaik dan teknologi termutakhir untuk menjaga lingkungan hidup di mana kami beroperasi.

Pembangkit Listrik dan Uap Gabungan

Energi, dalam bentuk uap dan tenaga listrik, merupakan bagian penting bagi kelangsungan proses produksi kami. Hingga pertengahan tahun 2008, kami masih menggunakan alat penghasil uap dan pembangkit listrik konvensional yang menggunakan dua jenis bahan bakar minyak, yaitu Heavy Fuel Oil (HFO) dan Light Fuel Oil (LFO) atau yang kerap disebut sebagai diesel. Sebagai bagian dari perencanaan jangka panjang untuk lebih menghemat pemakaian energi dan mengurangi emisi hasil efek rumah kaca, maka kami memutuskan untuk menggunakan generator gabungan (co-generation plant) di mana pemakaian bahan bakar minyak digantikan oleh gas alam.
Di dalam pembangkit tenaga gabungan ini, gas alam dimasukkan ke dalam sebuah turbin gas untuk menggerakkan generator yang menghasilkan tenaga bagi alat ini. Gas panas yang disemburkan kemudian dialihkan ke sebuah heat recovery generator untuk menghasilkan uap yang digunakan dalam proses pembangkit energi. Dengan menggunakan energi dari turbin gas dan generator uap, dapat dihasilkan pengurangan penggunaan bahan minyak bumi hingga 24%.
Penggunaan generator gabungan ini telah terbukti menguntungkan dalam hal penghematan energi dan dampaknya pada lingkungan. Dibandingkan dengan bahan bakar minyak, gas alam menghasilkan lebih sedikit gas karbondioksida, yang merupakan penyumbang terbesar pada efek rumah kaca. Hal ini, ditambah dengan penggunaan minyak bumi yang berkurang telah mengurangi jumlah karbondioksida sebanyak 26.000 ton per tahunnya. Dengan fakta ini, maka semua pabrik Nestlé di Indonesia telah mampu mengurangi emisi gas karbondioksida sebanyak 30%. Langkah ini merupakan wujud komitmen kami dalam mengurangi penggunaan sumber daya alam melalui pemanfaatan teknologi mutakhir untuk mengurangi dampak buruk pada lingkungan hidup.

Pengelolaan Air

Bertahun-tahun sebelum perlindungan dan pelestarian alam menjadi perhatian publik, Nestlé telah memfokuskan diri pada pengelolaan air yang bertanggung jawab. Telah menjadi komitmen kami sejak dulu untuk senantiasa melestarikan keberadaan air sumur. Air terutama sekali kami gunakan untuk menghasilkan uap, menara pendingin dan juga sebagai pembersih.
Untuk menghasilkan uap, air dipanaskan di dalam sebuah pemanas. Uap ini kemudian digunakan untuk proses pemanasan di mana akan terjadi kondensasi menjadi air selama proses berlangsung. Air kondensasi ini kemudian dikembalikan ke dalam generator uap dan dapat digunakan kembali sebagai penghasil uap. Dengan prosedur ini maka kami dapat menghemat penggunaan air.
Susu segar yang disetorkan oleh peternak kepada kami masih berupa cairan. Untuk menghasilkan susu bubuk, maka diperlukan proses pemisahan air dari susu padat, melalui proses yang dinamakan evaporasi. Setelah dikondensasi, air yang biasa kami sebut sebagai cows water ini dikumpulkan dalam sebuah tangki terpisah untuk kemudian digunakan kembali untuk keperluan membersihkan alat-alat. Air ini juga digunakan untuk menambah kekurangan air sebagai akibat proses evaporasi di dalam menara pendingin.
Terjadinya air limbah adalah sebuah proses yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan produksi produk-produk makanan. Sudah menjadi kewajiban para pelaku industri untuk memastikan bahwa air limbah tidak akan merusak lingkungan melalui pengelolaan yang tepat melalui fasilitas Pengolahan Air Limbah, atau Waste Water Treatment Plant (WWTP) yang sesuai dengan standar nasional dan internasional. Dengan komitmen kami untuk melestarikan lingkungan, air limbah yang telah diolah telah mampu memberikan manfaat bagi penduduk sekitar, sebagai sumber pengairan persawahan mereka.
Sarana WWTP kami memproses air limbah menjadi air bersih dengan prinsip dasar menyeimbangkan, pengudaraan dan penjernihan. Setiap hari, fasilitas ini menghasilkan sekitar 1.300 meter kubik air bersih. Secara berkala, kualitas air yang dihasilkan dari fasilitas ini dipantau dengan ketat dan dilakukan pengambilan sampel. Bekerja sama dengan masyarakat sekitar dan para petani kami membangun saluran air sepanjang 1,2 kilometer yang melalui jalur persawahan. Sejumlah 26 hektar sawah bisa memperoleh pasokan air dari saluran ini. Proses ini memberikan nilai positif pada lingkungan karena para petani tidak lagi menggantungkan diri pada pasokan air sumur untuk kepentingan irigasi mereka.
Inisiatif kami dalam mengurangi penggunaan air dan penghematan energi adalah elemen kunci dalam komitmen kami untuk menciptakan lingkungan hidup yang berkesinambungan. Disamping untuk keuntungan lingkungan hidup itu sendiri, strategi sebagai suatu perusahaan dunia di bidang gizi, kesehatan dan keafatan yang bertanggung jawab akan meningkatkan daya saing melalui efsiensi dalam produk-si serta menjadikan konsumen kami bisa menikmati produk-produk bernutrisi yang terjangkau.
Previous
Next Post »
0 Komentar