Logo Universitas Semarang USM

Logo Universitas Semarang USM
Universitas Semarang (disingkat USM) adalah perguruan tinggi swasta di Kota Semarang, Jawa Tengah, Indonesia. Perguruan tinggi ini memiliki dua lokasi kampus, yaitu di Jl. Atmodirono 11 dan di Jl. Soekarno-Hatta, Tlogosari.
Saat ini USM memiliki 180 dosen, 176 tenaga pendukung, berbagai fasilitas akademik dan umum, 6.958 mahasiswa dan 4.264 lulusan (D-III, S-1 dan S-2). Program studi yang ditawarkan oleh USM adalah program akademik yang terdiri dari Program Studi S-1 Ilmu Hukum, Program Studi S-1 Manajemen, Program Studi S-1 Akuntansi, Program Studi S-1 Psikologi, Program Studi S-1 Teknik Sipil, Program Studi S-1 Teknik Elektro, Program Studi S-1 Teknologi Hasil Pertanian, Program Studi S-1 Produksi Ternak, Program Studi S-1 Teknik Informatika, Program Studi S-1 Sistem Informasi, Program Studi S-2 Manajemen (MM), serta program pendidikan profesional yang terdiri dari Program Studi D-III Ilmu Hukum, Program Studi D-III Manajemen Perusahaan, Program Studi D-III Teknik Sipil Hidro, Program Studi D-III Teknologi Hasil Pertanian.
Sejarah Singkat



Keinginan untuk mendirikan Universitas Semarang sudah ada sejak 1985. Namun upaya untuk merealisasikan gagasan tersebut ternyata memerlukan perjuangan yang panjang dari para pengurus Ikatan Alumni Universitas Diponegoro.

Dalam suatu rapat Ika-Undip di ruang Rektor, yang dipimpin oleh Ir. Joetata Hadihardaja dan dihadiri oleh Rektor Undip Prof. Soedarto, SH (alm), dan komisariat masing-masing Fakultas, dicetuskan suatu keinginan untuk mendirikan suatu perguruan tinggi swasta dengan nama Universitas Semarang. Dipilihnya nama ini sebagai upaya mengingat kembali sejarah, dimana nama Universitas Semarang merupakan embrio lahirnya Universitas Diponegoro.

Sambil meneruskan perjuangan untuk mendirikan Universitas Semarang tersebut, pengurus Ika Undip mendirikan Yayasan Alumni Universitas Diponegoro sebagai wadah resmi yang melaksanakan berbagai usaha yaitu disamping menindaklanjuti upaya pendirian Universitas Semarang, mendirikan kursus Komputer, dan Konsultan Teknik. Sejak saat itulah upaya pendirian Universitas Semarang mulai dirintis kembali, beberapa nama yang sering terlibat dalam rapat-rapat persiapan tersebut, yaitu Ir. Nirmolo Soepriyono, Muladi, SH, Drs. Sudjendro, SH, Ir. Widjatmoko (alm), J. Kartini Sudjendro, SH, dr. Untung Praptohardjo, Prof. Dr. dr. RRJ. Sri Djoko Muljanto, Drs. Priyo Santoso, Ir. Supardie, MS (alm), Dewi Tuti Muryati, SH, Ir. YM. Retno disamping Ir. Joetata sendiri.

Sementara itu persiapan-persiapan terus dilakukan dan dalam salah satu keputusan ditetapkan pembukaan empat Departemen, yaitu Departemen Teknologi Jasa, Departemen Teknologi Pertanian, Departemen Teknik, Departemen Teknologi Kesehatan.

Namun karena belum turunnya izin dari Departemen Kesehatan, maka aktivitas departemen Teknologi Kesehatan dengan Jurusan Terapi Okupasi belum dapat dilaksanakan.

Adanya anggapan sudah terlalu banyaknya universitas di Jawa Tengah disamping belum jelasnya persyaratan dari Dikti tentang pendirian suatu universitas, maka upaya pendirian Universitas Semarang masih belum dapat terealisasi. Atas saran Drs. Soehardi, Ketua Koordinator Kopertis Wilayah VI Jawa Tengah, maka sasaran pendirian Universitas Semarang untuk sementara ditangguhkan, sedangkan sebagai gantinya didirikan Politeknik Semarang dengan harapan apabila kelak situasi sudah memungkinkan maka Politeknik Semarang akan diubah kembali menjadi Universitas Semarang.

Mengacu pada Keputusan Mendikbud Nomor 0686/1991, ditetapkan bahwa suatu universitas minimal harus mempunyai 3 (tiga) fakultas eksakta, dan 2 (dua) fakultas non-eksakta, maka dalam pidato menyambut Dies Natalis ke-6 Politeknik Semarang pada tanggal 26 Juni 1993, Prof. Dr. Muladi, SH menyatakan bahwa pihak panitia telah menyusun studi kelayakan pendirian Universitas Semarang.

Akhirnya, keinginan untuk mendirikan Universitas Semarang mendapatkan persetujuan dari Mendikbud RI melalui Surat Keputusan No. 160/D/O/1993 tanggal 23 Nopember 1993, yang menyatakan adanya perubahan dari Politeknik Semarang menjadi Universitas Semarang.

Lengkapnya Keputusan Mendikbud tersebut adalah sebagai berikut :

    Merubah bentuk Politeknik Semarang menjadi Universitas Semarang yang diselenggarakan oleh Yayasan Alumni UNDIP.
    Politeknik Semarang dinyatakan ditutup.
    Perubahan nama menyangkut penyempurnaan antara nama : Universitas, Fakultas, Jurusan dan Program Studi Universitas Semarang.

Keputusan Mendikbud tersebut diikuti pula oleh turunnya Keputusan Dirjen Pendidikan Tinggi No. 638/DIKTI/KEP/1993 yang memberikan status Terdaftar pada fakultas dan program studi yang ada di Universitas Semarang.

Berdasarkan proses berdirinya Universitas Semarang, maka disepakati bahwa Dies Natalis Universitas Semarang menggunakan tanggal lahir Politeknik Semarang, yaitu 23 Juni 1987.


Demo Blog NJW V2 Updated at: 04.39

0 komentar:

Poskan Komentar