Logo Korem 172 Praja WIrayakti

SEJARAH SINGKAT KOREM 172/PRAJA WIRA YAKTHI
Makorem 172/Praja Wirayakti
Pada tanggal 1 Mei 1963 UNTEA ( United Nations Temporary Executive Autorery ) secara resmi menyerahkan Irian Barat kepada pemerintah RI. Berdasarkan Keputusan Men / Pangad Nomor : Kepts – 35 / I / 1963 tanggal 12 Januari 1963 yang diperbaharui dengan Keputusan Nomor : Kpts – 210 / 3 / 1963 tanggal 4 Maret 1963. Selanjutnya KOTINDO menyerahkan tanggung jawab pengamanan Irian Barat kepada Kodam XVII / Irian Barat pada tanggal 17 Mei 1963 sehingga kekuatan dan wewenang militer sepenuhnya menjadi tugas dan tanggung jawab Kodam XVII / Irian Barat.
Logo Korem 172 Praja WIrayakti
Untuk memudahkan pembinaan wilayah, Irian Barat dibagi menjadi 3 wilayah Korem yaitu Korem 171 berkedudukan di Manokwari, Korem 172 berkedudukan di Sorong dan Korem 173 berkedudukan di Merauke. Berdasarkan Surat Perintah Pangdam XVII/Irian Barat Nomor : Sprin / 273 / 3 / VI / 1964 tanggal 30 Juni 1964,nama Kodam XVII/Irian Barat dirubah menjadi Kodam XVII/Cenderawasih dengan 3 wilayah Korem yaitu Korem 171 di Manokwari dan Korem 172 di Merauke sedangkan Korem 173 di Sorong berdasarkan Surat Perintah Pangdam XVII/Cenderawasih Nomor : Sprin / Ops / 1 / 2 / 1964 tanggal 5 Agustus 1964 berubah menjadi Korem 172 dan membawahi 2 Kodim yaitu Kodim 1721 / Merauke dan Kodim 1722 / Tanah Merah.
Berdasarkan Keputusan Pangkoda If Nomor : Keputusan 0059 / 8 / 1967 tanggal 29 Agustus 1967 dan Surat Keputusan Pangdam XVII / Cenderawasih Nomor : Skep / 064 / I / 1968 tanggal 19 Januari 1968 tentang perubahan Nomor Kodim yaitu Kodim 1721 Merauke menjadi Kodim 1707 Merauke dan Kodim 1722 Tanah Merah menjadi Kodim 1708 Tanah Merah, namun kemudian berdasarkan ketetapan Menpangab Nomor :10-55 tahun 1969, Kodim 1708 Tanah Merah dilikuidasi dan Kodim 1702 Jayawijaya dimasukan ke jajaran Korem 172.
Wilayah Kodam XVII/Cenderawasih ditetapkan kembali menjadi 3 Korem melalui Keputusan Kasad Nomor : Skep / 265 / V / 1970 yaitu Korem 171 berkedudukan di Manokwari, Korem 172 berkedudukan di Merauke dan Korem 173 berkedudukan di Biak.
Kemudian berdasarkan Surat Keputusan Kasad Nomor : Skep / 564 / X / 1971 tanggal 8 Oktober 1971 Makorem 172 pindah dari Merauke ke Abepura Jayapura dan Kodim 1701 Jayapura masuk ke Jajaran Korem 172, selanjutnya Korem 172 / Praja Wira Yakthi diberi Dhuaja seloka Praja Wira Yakthi yang berarti prajurit yang senantiasa mengutamakan sifat dan watak Perwira Kesatria dengan dedikasi yang tinggi dalam melakukan pengabdian membela wilayah tanggung jawabnya.
Berdasarkan Skep Pangdam XVII / Cenderawasih Nomor : Skep : 061 / XI / 1976 tanggal 3 Nopember 1976 ditetapkan sebagai Hari Ulang Tahun Korem 172 / Praja Wira Yakthi jatuh pada tanggal 7 NOPEMBER.
Pada tanggal 26 Desember 1984, berdasarkan Surat Keputusan Pangdam XVII/ /Cend organisasi Makorem 172 / Praja Wira Yakthi mengalami perubahan yaitu penambahan Seksi Sospol pada tingkat Staf, Setumrem, Kimarem, Kihubrem dan Infolahtarem pada eselon pelayan serta Jasrem, Bintalrem dan Penrem, Ton Intel dan Yonif 751/Vira Jaya Sakti pada Eselon Pelaksana.
Berdasarkan Surat Perintah Kepala Staf TNI-AD Nomor : Sprin / 52 / I / 1999 tanggal 13 Januari 1999 dan Surat Telegram Pangdam XVII / Trikora Nomor : ST / 65 / 1999 tanggal 3 Pebruari 1999 Staf Sospol Makorem 172 / Praja Wira Yakthi dilikuidasi menjadi Staf Komsos yang berada dibawah Staf Teritorial Korem 172/ Praja Wira Yakthi.
Berdasarkan Keputusan Kasad Nomor : Skep / 2 / IV / 2000 tanggal 3 April 2000 Yonif 751 / VJS dilikuidasi dari organik Korem 172/ Praja Wira Yakthi menjadi pasukan mobil Kodam XVII / Trikora (PMK) terhitung mulai tanggal 1 April 2000.
Berdasarkan Keputusan Kasad Nomor : Skep / 209 / VIII / 2005 tanggal 22 Agustus 2005 pengalihan Komando dan Pengendalian Kodim 1707/Merauke dari Korem 172/Praja Wira Yakthi kepada Korem 174/Anim Ti Waninggap.
Previous
Next Post »
0 Komentar