Logo Korem 101 Antasari

Sejarah Korem 101/Antasari

Logo Korem 101 Antasari
Terbentuknya korem 101/Antasari diawali dengan lahirnya badan-badan perjuangan yang bertujuan menghimpun para pemuda dalam rangka mempertahankan kemerdekaan serta melenyapkan sisa kekuatan Belanda.

PERIODE 1945 SAMPAI DENGAN 1949
Untuk mampersatukan semua badan perjuangan yang berafialisasi kepada Republik ke dalam suatu organisasi yang teratur, Pemerintah Republik Indonesia pada tanggal 10 Oktober 1945 melalui ALRI divisi IV yang berkedudukan di Mojokerto mengirim beberapa Perwira penghubung ke Kalimantan termasuk menjajaki dan merencanakan serta mempersiapkan operasi pendaratan tentara yang akan dikirim dari Jawa.
Guna merealisasi keinginan markas besar ALRI untuk menjadikan daerah Kalimantan ke dalam tiga Sub pertahanan. Pada tanggal 10 Nopember 1946 dibentuklah tiga pasukan rahasia ALRI, yaitu Pasukan Rahasia ALRI divisi ”A” di Kalsel, Pasukan Rahasia divisi ”B” di Kalbar dan Pasukan Rahasia divisi ”C” di Kaltim. Sebagai wadah dari ketiga pasukan ini, dibentuklah Divisi IV ALRI/Pertahanan Kalimantan pada tanggal 4 Oktober 1949 yang berkedudukan di Kandangan dengan Letkol Hasan Basry sebagai Panglimanya.
Berorientasi pada persepsi bahwa satuan TNI AD lebih sesuai ditempatkan di daerah Kalimantan, mengingat kondisi geografis medan berbukit, maka pada tanggal 10 Nopember 1949 Divisi IV ALRI/Pertahanan Kalimantan diorganisir dan ditetapkan menjadi satuan TNI AD dengan nama Divisi Lambung Mangkurat.
Salah satu peristiwa penting yang dapat dicatat sebagai awal pembentukan kompartemen pertahanan di Kalimantan adalah pengiriman misi militer Kementrian Pertahanan Republik Indonesia ke wilayah Kalimantan. Delegasi yang dipimpin oleh Jenderal Mayor Suhardjo bersama beberapa orang perwira lainnya mengunjungi Banjarmasin. Kalsel serta beberapa wilayah Kalimantan lainnya dengan tujuan antara lain: meneliti dan mengetahui sisa-sisa kekuatan militer kerajaan Belanda beserta boneka-bonekanya yang masih berada di Kalimantan serta menginventarisir potensi perjuangan rakyat Kalimantan yang berafiliasi kepada Republik.

PERIODE 1950 SAMPAI DENGAN 1959
Empat bulan setelah kedatangan misi militer tersebut, tepatnya tanggal 5 Januari 1950 dibentuklah Teritorium Kalimantan yang berkedudukan di Banjarmasin yang mempunyai empat sub kompartemen, berbentuk sub teritorium yaitu :
1. Sub Teritorium I/Kalbar
2. Sub Teritorium II/Kalteng
3. Sub Teritorium III/Kalsel
4. Sub Teritorium IV/Kaltim
Pada bulan April 1950 dilikuidasi menjadi 3 Brigade Operasi.
1. Sub Territorium I/Kalbar menjadi Brigade G
2. Sub Territorium II/Kalteng dan III/Kalsel menjadi Brigade F
3. Sub Territorium IV/Kaltim menjadi Brigade E
Guna mengendalikan pola operasi dan pembinaan territorium, pada tanggal 20 Juli 1950 KSAD Kolonel AH Nasution meresmikan berdirinya Tentara dan Territorium VI/Tanjungpura yang berkedudukan di Banjarmasin.
Kebutuhan akan terwujudnya suatu kekuatan militer di wilayah kalimantan, mendesak untuk dibentuknya Komando yang berfungsi sebagai satuan tempur serta mampu melakukan upaya pembinaan teritorial yang lebih luas jangkauannya serta mampu menghadapi berbagai ancaman yang timbul di daerahnya.
Untuk mewujudkan pandangan strategis tersebut, pada tanggal 25 Nopember 1957 Territorium VI/Tanjungpura beserta jajarannya dihapus dan dibentuk Kodam. Tanggal 29 Maret 1958 dibentuk Kodam VI/Kalimantan Timur dengan markas kedudukan Balikpapan. Pada tangga 19 Juli 1958 dirubah namanya menjadi Kodam IX/Mulawarman. Tanggal 17 Juli 1958 diresmikan berdirinya Kodam X/Kalimantan Selatan dengan Markas Komando di Banjarmasin.
Mulai tanggal 1 Desember 1959 Kodam X/Kalimantan Selatan disebut sebagai Kodam X/Lambung Mangkurat yang merupakan kesinambungan dan Sub Territorium Kalimantan Selatan-Tengah.

PERIODE 1961 SAMPAI DENGAN PERIODE 2010
Dalam rangkaian upaya TNI AD menyempurnakan organisasi prosedur dan efisiensi di segala bidang, maka Kodam X/Lambung Mangkurat memandang perlu untuk membentuk Komando Resor Militer (Korem) di daerah Kalimantan Selatan khususnya untuk daerah Hulu Sungai. Untuk merealisasi gagasan tersebut, Pangdam X/Lambung Mangkurat Letnan Kolonel M Yusi membentuk formatur dengan surat Keputusan nomor : Skep/1236/III/1961 tanggal 6 Nopember 1961, yang susunan personilnya sebagai berikut :
Ketua :
Mayor Inf H Aberani Sulaiman
Anggota :
1. Letnan Satu Inf A M Siregar
2. Letnan Satu Inf M Noor’is
3. Letnan Satu Ismail
4. Letnan Satu Caj Suhaimi Umar
5. Capa Ngadi G
6. Peltu H Jarman
Tanggal 14 Nopember 1961, setelah melalui kerja maraton, formatur berhasil menyusun laporan dan saran kepada Pangdam X/Lambung Mangkurat bahwa ”Korem Hulu Sungai” dapat dibentuk dan berkedudukan di Tanjung. Setelah melalui beberapa kali pembahasan dan pertimbangan, maka Pangdam X/Lambung Mangkurat memutuskan untuk segera membentuk dan meresmikan berdirinya Korem dengan mengeluarkan surat Keputusan Nomor : Skep/1404/III/1961 tanggal 20 Desember 1961 tentang berdirinya Korem hulu Sungai di Tanjung.
Berdasarkan Surat Keputusan Pangdam X/lambung Mangkurat Nomor : Skep/1404 /III/1961 tanggal 20 Desember 1961 tentang berdirinya Korem Hulu Sungai di Tanjung yang diawali dengan Upacara Militer pada tanggal 30 Desember 1961 dilantiklah Letkol Inf Soelaiman Amin sebagai Danrem 101/Ant sebagai Danrem Hulu Sungai dan bertindak sebagai Irup Pangdam X/Lambung Mangkurat dengan membawahi 3 Kodim masing-masing:
1. Kodim 1001/HSU di Amuntai
2. Kodim 1002/HST di Barabai
3. Kodim 1003/HSS di Kandangan
Dengan demikian setiap tanggal 20 Desember diperingati sebagai Hari Jadi Korem101/Antasari
Berdasarkan Surat Perintah Pangdam VI/Tpr Nomor : Sprin 255/II/1986 tanggal 15 Pebruari 1986 tentang perubahan Status Kodim 1007/BS Banjarmasin menjadi Organik Korem 101/Ant dan Surat Perintah Pangdam VI/Tpr Nomor : Sprin/498/III/1986 tanggal 21 Maret 1986 tentang peralihan Yonif 623 menjadi Yonif Teritorial dan berada dibawah Komando Korem 101/Ant. Maka Korem 101/Ant yang semula membawahi 9 (sembilan) Komando Distrik Militer dan 1 ( satu ) Yonif, menjadi 10 ( Sepuluh ) Komando Distrik Militer dan 2 ( Dua ) Yonif Yaitu :
a. Kodim 1001/Amuntai.
b. Kodim 1002/Barabai.
c. Kodim 1003/Kandangan.
d. Kodim 1004/Kota Baru.
e. Kodim 1005/Marabahan.
f. Kodim 1006/Martapura.
g. Kodim 1007/Banjarmasin.
h. Kodim 1008/Tanjung.
i. Kodim 1009/Pelaihari.
j. Kodim 1010/Rantau
k. Yonif 621/Mtg berkedudukan di Barabai.
l. Yonif 623/Bwu berkedudukan di Sungai Ulin.
Pada tanggal 29 Agustus 1986 Makorem 101/Ant dipindahkan dari Kandangan ke Banjarmasin menempati kantor Ex Makodam X/LM yang pindah kedudukan di Balikpapan menjadI Kodam VI/Tpr.
Sejak tanggal 28 Juni 2010 Korem 101/Ant yang semula dibawah komando Kodam VI/Tanjungpura beralih menjadi Kodam VI/Mulawarman.
Kol. Inf. M. Herindra, MA. Danrem 101/Ant
www.korem101antasari.mil.id
Previous
Next Post »
0 Komentar