Logo Bank Jasa Jakarta

 
LOGO BANK JASA JAKARTA
VISI
Menjadi bank andalan dengan mengedepankan perwujudan bank yang Good Corporate Governance.
MISI
Berpartisipasi aktif dalam memperlancar kegiatan ekonomi melalui usaha perbankan yang sehat yang dikelola secara Good Corporate Governance.
 
SEJARAH SINGKAT - 27 TAHUN BANK JASA JAKARTA
(Terdiri dari 10 Kantor di gedung milik BJJ)
Didirikan pada bulan April 1984 maka tahun 2011 ini Bank Jasa Jakarta (BJJ) telah berusia 27 tahun lebih dan diusianya ini kinerja BJJ yang sehat dan solid dapat dilihat dari Data Keuangan per Juni 2011 dibawah ini yaitu : (dalam jutaan)
URAIANDesember 2011 (dalam jutaan)
Total AsetRp. 4.148.096,-
Kredit yang DiberikanRp. 2.830.952,-
   Pihak terkait dengan BankRp. 15.026,-
   Pihak lainnyaRp. 2.815.926,-
Surat Berharga (SUN & SBI)Rp. 600.080,-
Simpanan NasabahRp. 3.394.405,-
   Pihak terkait dengan BankRp. 62.256,-
   Pihak lainnyaRp. 3.332.149,-
Modal Bank / EkuitasRp. 689.935,-
Laba sebelum pajakRp. 107.414,-
RASIO-RASIO PENTING
Desember 2011
Bank Jasa Jakarta
Ketentuan Bank Indonesia
Capital Adequacy Ratio (CAR) 20,98 % Min. 8%
Non Performing Loan (NPL) - Net 0,31 % Maks. 5 %
Return on Asset (ROA) 2,80 %
Return on Equity (ROE) 13,34 %

(Data Keuangan BJJ setiap tahun diaudit oleh Kantor Akuntan Publik)
Terima kasih kepada para nasabah dan juga masyarakat pada umumnya, karena berkat adanya dukungan dan kepercayaan mereka, maka BJJ bisa mencapai prestasi yang membanggakan ini. Keberhasilan ini juga tentunya berkat komitmen dari para pemegang saham dan pihak manajemen BJJ yang memahami secara jelas bahwa bisnis bank merupakan bisnis masyarakat umum, jadi pengelolaannya harus ekstra hati-hati.
Berbekal keyakinan dan kehati-hatian itulah maka hingga saat ini BJJ belum pernah mengalami kesulitan dalam mengatur perputaran dananya. Bahkan berkat prinsip konservatif yang dianutnya yang selalu lebih mengutamakan kesehatan banknya dan tidak semata-mata hanya mau besar saja, maka BJJ bisa melalui masa sulit saat krisis moneter (krismon) tahun 1998 dan tidak perlu minta Bantuan Likuiditas (BLBI) dari Bank Indonesia.
Padahal semua tahu bahwa ketika krismon melanda South Asia di tahun 1998 Indonesia mengalami krisis moneter yang cukup parah yang mengakibatkan perekonomian dan perbankan di Indonesia mengalami masa-masa yang sangat sulit hingga sebagian bank terpaksa harus meminta Bantuan Likuiditas (BLBI) dari Bank Indonesia yang totalnya mencapai lebih dari Rp. 600 Triliun.
Saat krismon itu - bisnis BJJ tetap berjalan seperti biasanya - plafond kredit yang telah disetujui tetap dapat dipergunakan dan BJJ tetap menyalurkan kredit baru. Deposito nasabah dapat dicairkan setiap saat tanpa pinalti, bahkan tetap mendapat bunga tabungan. Saat itu - penambahan jumlah deposito baru justru lebih banyak dibandingkan dengan pencairan deposito.
Bahkan di tahun 2000 Infobank yang setiap tahunnya selalu melakukan analisa terhadap data keuangan bank-bank di Indonesia berdasarkan CAR. ROA, ROE, LDR, NPL dan lain sebagainya juga menempatkan,
BANK JASA JAKARTA pada peringkat :
- No. I dari 65 Bank Non Devisa di seluruh Indonesia.
- No. 2 dari 162 Bank di seluruh Indonesia (BUMN, Swasta, Campuran dan Asing).
Tahun 2007 Infobank juga menganugerahkan BJJ dengan "Platinum Trophy Award" sebagai tanda penghargaan atas kinerja keuangan Bank Jasa Jakarta yang "Sangat Bagus" 1997 - 2006.

"Win Win Solution/ Bisnis Saling Menguntungkan 2 Pihak" - itulah prinsip BJJ sejak dulu. Jadi BJJ selalu mengikuti perkembangan pasar - baik dalam menetapkan bunga deposito maupun bunga kredit. Artinya nasabah untung dan BJJ juga untung.
Dan yang terpenting yang terus memacu semangat BJJ untuk terus berkembang adalah tujuan utama BJJ yang selalu mau melayani dan memberikan yang terbaik bagi para nasabahnya. Terbukti dengan dibukanya 10 kantor BJJ (kesemuanya pada gedung milik BJJ) yang tersebar di Jakarta. Juga dibangunnya gudang dengan luas sekitar 5.000 m2 untuk menerima titipan barang nasabah - terutama diprioritaskan agunan kredit pada BJJ. Bahkan di tahun 2005 BJJ membuka layanan kantor kas di RS. Gading Pluit yang berlokasi di Kelapa Gading, Jakarta.
Sebagai anggota PT. Rintis Sejahtera maka pada tahun 2004 BJJ menerbitkan Kartu ATM Jasa yang dapat digunakan untuk bertransaksi termasuk Transfer Antar Bank di 4.000 lebih ATM yang berlogo Prima (BCA & BRI) dan kemudahan berbelanja di 22.000 lebih merchant berlogo Prima Debit diseluruh Indonesia yang dikelola oleh PT. Rintis Sejahtera, serta kemudahan penggantian PIN, pemindahbukuan dan penarikan tunai melalui mesin EDC yang tersedia di seluruh kantor Bank Jasa Jakarta.
Demikian sekilas perkembangan BJJ diusianya yang ke 27 semoga dapat membantu semua pihak khususnya para nasabah untuk lebih mengenal BJJ secara mendalam sehingga hubungan baik yang sudah terjalin dapat lebih ditingkatkan.
Akhir kata, Semoga kesuksesan selalu menyertai Anda sekalian.
Jakarta, Desember 2011
PT. BANK JASA JAKARTA
t.t.d.
KOMISARIS & DIREKSI
Previous
Next Post »
0 Komentar